Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari sejumlah kontroversi Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, Selasa 25 Mei 2021, menanggapi kontroversi TGUPP era Anies Baswedan itu dengan menyebut DKI Jakarta kacau balau.
Menurut Denny, kekacauan itu terjadi lantaran jumlah anggota TGUPP yang dinilainya terlalu banyak.
Selain itu, ia juga menilai tak ada satupun dari anggota TGUPP tersebut yang bisa bekerja dengan baik.
"Hehe DKIJakarta kacau balau. Orangnya banyak, gada yg bisa kerja," cuit Denny Siregar.
Dalam cuitannya itu, Denny Siregar juga menyertakan sebuah link artikel pemberitaan berjudul 'Kontroversi TGUPP Era Anies, Jumlah Anggota Membengkak dan Digaji Menggunakan APBD'.
Mengutip Kompas.com, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) belakangan ini menjadi sorotan setelah keluarnya Alvin Wijaya dari formasi anggota TGUPP.
Isu yang beredar, Alvin dipecat oleh Gubernur Anies Baswedan terkait keterlibatannya dalam mafia jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Namun, hal itu dibantah oleh Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Tri Indrawan.
Meski demikian, Tri tidak mengungkapkan alasan pengunduran diri Alvin yang sudah menjadi bagian dari TGUPP sejak Maret 2018. Menurutnya, Bappeda hanya memiliki kewenangan administrasi.
"Kami bicaranya administrasi (saja) karena kami tugasnya itu," ujar Tri, Senin 24 Mei 2021.
TGUPP juga sempat dituding menjadi penyebab di balik enggannya ratusan pegawai negeri sipil DKI Jakarta mengikuti lelang 17 jabatan tingkat eselon II yang digelar baru-baru ini.
Ketua Fraksi PDI-P DKI Jakarta Gembong Warsono menduga, ratusan PNS itu enggan ikut lelang jabatan karena perannya nanti tetap akan didominasi oleh tim khusus Anies tersebut.
"Perannya (TGUPP) terlalu sentral. Peran yang terlalu (besar) itu tidak menimbulkan animo PNS khususnya eselon II dan III untuk naik jabatan," kata Gembong.
Diketahui, TGUPP sudah ada sejak era pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada tahun 2014.
Tim non-perangkat daerah yang berkedudukan di bawah gubernur ini awalnya hanya berjumlah 7 orang, kemudian meningkat menjadi 9 orang di masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Namun, di masa kepemimpinan Anies Baswedan pada tahun 2017, jumlah anggota TGUPP melonjak drastis menjadi 74 orang, seperti dicatat Harian Kompas.
Dengan meningkatnya jumlah anggota, anggaran yang dikeluarkan untuk TGUPP pun otomatis meningkat tajam.










