Tanah Masyarakat Adat Dipasangi Plang Pembangunan IKN, Warga Ngaku Kecewa: Kami Dianggap Tidak Ada

Tanah Masyarakat Adat Dipasangi Plang Pembangunan IKN, Warga Ngaku Kecewa: Kami Dianggap Tidak Ada

Helmi Yaningsi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Tanah masyarakat adat dipasangi plang untuk lahan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tanpa sosialisasi. Oleh sebab itu warga Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mengaku kecewa kepada Presiden Jokowi.

Salah satu warga, Yati Dahlia menjelaskan bahwa Ketika Jokowi dan sejumlah gubernur mengadakan ritual Kendi Nusantara kemarin, warga lebih merasa masa bodoh. Menurutnya, mereka sudah terlanjur kecewa.

"Teriakan kami selama ini tidak didengarkan. Kami seperti dianggap tidak ada di sini," ujar Yati, Selasa 15 Maret 2022.

Selanjutnya juga dikatakan bahwa informasi yang diterima warga setempat terkait kedatangan dan kemah rombongan Jokowi hanya sekadar kabar angin.

Dilansir dari CNN Indonesia bahwa Suku Balik yang merupakan masyarakat adat di wilayah IKN Nusantara, menurut Yati juga tidak diajak dialog atas kedatangan presiden.

Selanjutnya menurut Yati, warga adat Balik lebih fokus pada sejumlah lahan yang sudah dipasangi plang pembangunan IKN.

Warga mengaku kecewa kepada Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor yang sebelumnya pernah mengatkan bahwa lahan IKN tidak akan mencaplok tanah milik warga.

"Tapi kenyataannya yang kami alami di sini, plangnya sudah ke pemukiman warga," ujar Yati.

Selain itu, masyarakat juga kecewa dengan surat edaran gubernur yang tak diizinkan balik nama kepemilikan lahan dari nenek moyang mereka. Yati pun meminta kejelasan terkait lahan warga agar tidak terkena dampak IKN.

Dia menilai pemasangan plang di lahan masyarakat adat merupakan pengambilan tanah secara sepihak. Sebab selama ini mereka tak pernah diajak bertemu, apalagi berkoordinasi terkait penyelesaian sengketa tanah warga.

"Jadi kami berharap pemerintah menanggapi suara kami ini," ucapnya.