Tak Setuju Industri Miras Disahkan, Mardani: Menyedihkan, Membahayakan Masa Depan Bangsa

Tak Setuju Industri Miras Disahkan, Mardani: Menyedihkan, Membahayakan Masa Depan Bangsa

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Diterbitkannya Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang membuka pintu investasi untuk industri minuman keras sampai eceran menuai pro kontra.

Hal itu lantaran beberapa pihak menganggap bahwa miras alias minuman keras seharusnya menjadi minuman yang diharamkan.

Salah satu sosok yang tidak setuju dengan disahkannya industri miras di beberapa wilayah Indonesia itu adalah Mardani Ali Sera atau yang kerap disapa Mardani.

Ia bahkan tampak tegas beberapa kali mencuitkan ketidaksetujuannya tersebut di laman media sosial Twitter miliknya dengan penggunaan tagar "Tolak Investasi Miras".

Mardani menyatakan bahwa dampak minuman keras lebih banyak mudarat (keburukan) ketimbang manfaatnya.

Oleh karena itu, ia lantas menilai bahwa kebijakan ini kontraproduktif dengan keinginan Presiden Jokowi untuk membangun SDM.

"Dampak miras jauh lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Ini kebijakan yang kontraproduktif dengan orientasi Pak @jokowi memprioritaskan SDM," bukanya.

"PKS menolak dan menyesalkan perpres yang memuat ini. Mengajak semua pihak ikut membatalkan peraturan ini. #TolakLegalisasi," lanjut Mardani.

Di cuitan lainnya, masih di hari yang sama, Mardani berpendapat bahwa pengesahan tersebut menyedihkan lantaran membahayakan masa depan bangsa.

Menurutnya, Presiden Jokowi hanya memperhatikan investasi dan mengabaikan aspek sosial dan keamanan.

"Pelonggaran izin industri miras membahayakan generasi muda bangsa," tuturnya.

"Memang negara perlu investasi, tapi jangan yang membahayakan masa depan bangsa. Kebijakan ini jelas hanya memperhatikan kepentingan ekonomi & investasi (pebisnis) tapi mengabaikan aspek sosial & keamanan," tulis Mardani panjang lebar.

Sebelumnya, dilansir dari detik.com, Mardani kembali mengulang opininya perihal pengesahan industri miras.

"Ini menyedihkan. Kian kontradiktif dengan keinginan membangun SDM yang digaungkan Pak Jokowi," beber Ketua DPP PKS itu kepada wartawan, Sabtu 27 Februari 2021.