Tak Pernah Raih Ballon d'Or, Zlatan Ibrahimovic Pilih Jadi Pemain Terbaik Swedia Ketimbang Pemain Terbaik Dunia

Tak Pernah Raih Ballon d'Or, Zlatan Ibrahimovic Pilih Jadi Pemain Terbaik Swedia Ketimbang Pemain Terbaik Dunia

M. Herdian Fajar

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Penghargaan pemain terbaik dunia versi majalah France Football atau yang dikenal dengan Ballon d'Or kembali digelar pada 2021.Ballon d'Or kembali digelar setelah tahun lalu urung dilaksanakan akibat pandemi COVID-19.

Meskipun belum sekali memenangkan penghargaan Ballon d’Or, namun Zlatan Ibrahimovic mengaku tak mempermasalahkannya dan tak mencemaskannya.

Penyerang jangkung ini tidak diragukan lagi kehebatannya. Skill dan produktivitas gol yang moncer sejatinya membuat dia layak memenangkan trofi tersebut.

Namun bintang AC Milan itu selalu gagal memenangkan penghargaan itu dari 11 kali kesempatan masuk nominasi di sepanjang 25 tahun kariernya.

Pencapaian tertinggi Ibrahimovic adalah menempati urutan keempat pada penghargaan Ballon d’Or 2013 yang dimenangkan Cristiano Ronaldo. Pada saat itu, dia juga kalah unggul dari Lionel Messi dan Frank Ribery.

Ibrahimovic mengaku tak mempermasalahkannya meski selalu gagal dalam peburuan Ballon d’Or, karena baginya menjadi pemain terbaik di negaranya sendiri, Swedia, lebih penting ketimbang trofi Ballon d’Or, dilansir dari indosport, Senin 28 Desember 2020.

Tak Pernah Raih Ballon d'Or, Zlatan Ibrahimovic Pilih Jadi Pemain Terbaik Swedia Ketimbang Pemain Terbaik Dunia
Zlatan Ibrahimovic menangis saat berbicara pada jumpa pers bersama Timnas Swedia di Stockholm / Sumber foto: iNews.id

Diketahui, Ibrahimovic memang sudah 12 kali memenangkan penghargaan Guldbollen (Ballon d'Or versi Swedia) 12 kali sepanjang karriernya yang gemilang itu.

"Tidak ada masalah bagi saya. Saya tidak sudi menukar 12 Guldbollen milik saya dengan satu dari France Football," kata Zlatan Ibrahimovic dalam sebuah wawancara dengan Sportweek, dilansir dari Sun Sport.

"Karena bagi saya, gelar itu berarti kontinuitas. Saya telah melihat banyak orang memenangi Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, dan juga Ballon d'Or, lalu mereka menghilang setelah mengalami tahun yang fantastis," tutur mantan bintang Manchester United ini.

“Saya sendiri sudah memainkan sepak bola selama 25 tahun. Saya selalu di atas. Ini bukan suatu keberuntungan. Ini perbedaan besar.” tandasnya.