Tak Pakai Masker, Warga yang Melintas di Perbatasan Makassar-Gowa Langsung Dirapid

Tak Pakai Masker, Warga yang Melintas di Perbatasan Makassar-Gowa Langsung Dirapid

Devi Trisnawati

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Pihak pemerintah kota Makassar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Polri-TNI dan Satpol-PP menggelar penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, di perbatasan Makassar-Gowa, Sabtu (7/8/2021).

Penyekatan dilakukan dengan melakukan pengecekan kesehatan, khususnya melakukan tes gejala Covid-19 yakni tes rapid antigen kepada seluruh masyarakat yang melintas, dengan catatan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Pelanggaran protokol kesehatan yang dimaksudkan yakni masyarakat yang tidak mengenakan masker. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polsek Rappocini, Basman.

"Penyekatan ini berlangsung sudah mulai tanggal 2 Agustus sampai tanggal 9 Agustus. Tetapi kita baru laksanakan 4 hari untuk rapid tesnya. Pelaksanaan rapid ini menyasar masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker," ujar Kabid Binmas Polsek Rappocini, saat ditemui di lokasi penyekatan, Sabtu (7/8).

"Kegiatan ini bekerja sama antara pemerintah kota Makassar, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan (Dishub), Polri, Brimob, TNI AD. Semuanya ikut terlibat dalam kegiatan penyekatan ini," imbuhnya.

Selain di lakukan di perbatasan Makassar-Gowa, pos penyekatan kata Kabid Binmas Polsek Rappocini, juga ada beberapa di perbatasan wilayah kota Makassar dengan daerah lainnya.

"Banyak pos penyekatan, ada pos penyekatan di alauddin, di Daya, ada juga di Barombong. Pokoknya semua perbatasan untuk masyarakat yang hendak masuk ke Makassar," ungkapnya.

Lebih lanjut kata , untuk hari ini, Sabtu (8/7) pihaknya telah menyasar 75 masyarakat yang dirapid antigen.

"Untuk setiap harinya jumlah masyarakat yang kita rapid itu tidak menentu. Kadang ada 20 orang perhari, kadang 25-30 orang. Tetapi untuk ini hari ada 75 orang yang dirapid. Untuk hari ini sangat banyak, karena kita upayakan memang untuk mengetahui kesehatan masyarakat, apakah dia positif atau negatif," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Rio saat dimintai tanggapan mengatakan bahwa dirinya mengaku kaget karena tiba-tiba langsung disuruh belok ke posko.

"Saya kaget, saya baru pulang dari vaksin. Tadi saya pakai masker, cuman saya buka sedikit karena saya sudah makan, jadi saya merokok dan buka masker," ujar Rio.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa ini baru pertama kali dia ditahan, dan langsung disuruh tes swab.

"Barusan saya ini ditahan, lewat langsung disuruh belok. Baru langsung juga dites swab untung bukan vaksin, karena saya ini baru pulang vaksin. Ini saja saya masih lemas," tutupnya.

Sebagai informasi, seluruh warga yang ditahan karena melanggar protokol kesehatan akan dilakukan pemeriksaan rapid antigen. Warga hanya cukup dimintai data KTP oleh pihak Dinas Kesehatan yang bertugas.