Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu berpendapat bahwa pihak-pihak yang membuat pertanyaan-pertanyaan dalam TWK KPK perlu diusut. Seperti diketahui, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Pegiat media sosial, Christ Wamea mengkritik pernyataan-pernyataan Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Benny Susetyo Antonius alias Romo Benny yang menurutnya tak berkuakitas dan selalu
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menyampaikan pendapatnya terkait 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes PNS. Jokowi mengungkapkan tidak setuju jika
Pernyatan Ali Mochtar Ngabalin menuai kecaman usai mengatakan pengkritik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berotak sungsang. Pengamat komunikasi politik
Penyidik senior, Novel Baswedan tampak tak terima dengan keputusan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menonaktifkan dirinya beserta 74 pegawai KPK lainnya dengan alasan tak
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman meminta agar kisruh hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak dikait-kaitkan dengan Presiden Joko Widodo.
Said Didu menilai bahwa pidato bipang sengaja dibuat untuk mengalihkan perhatian dari dua isu sensitif yang sebelumnya ramai dibicarakan. Dua isu tersebut yakni masuknya
Ferdinand Hutahaean menyindir orang-orang yang menyalahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas tidak lulusnya 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menjalani Tes Wawasan Kebangsaan
Bambang Widjojanto mengomentari soal-soal yang diduga menjadi pertanyaan dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Bambang Widjojanto, beberapa pertanyaan yang
Benny Harman, Politisi Partai Demokrat mengatakan bahwa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini terbelah menjadi dua kelompok. Dua kelompok yang ia maksud yakni kelompok