Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas kontribusi besar dalam membantu pemerintah memperkuat ketahanan pangan rakyat.Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat mengikuti virtual Launching dan Ground Breaking 1.179 SPPG serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri se-Indonesia oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang dipusatkan di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat 13 Februari 2026.Kemudian Gubernur Andi Sudirman bersama Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dan Bupati Bantaeng Muh Fathul Fauzy Nurdin beserta jajaran Forkopimda mengikuti secara daring dari Gudang Ketahanan Pangan Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng.Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sulsel beserta jajaran yang dinilai telah bekerja melampaui panggilan tugas dalam membantu pelaksanaan arahan Presiden RI, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan di sektor produksi jagung.Menurutnya, peran aktif jajaran kepolisian dalam mendukung produktivitas pertanian menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.“Apresiasi kepada Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs
Polri membantu memperluas pembangunan Satuan Pendidikan Pelayanan Gedung (SPPG) sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik dan percepatan layanan kepolisian di seluruh wilayah Indonesia.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi dan Bimbingan Teknis Akuntabilitas Keuangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Hotel Claro Makassar, Sabtu 22 November 2025.Kegiatan ini dihadiri ribuan anggota SPPG dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel, sebagai upaya memperkuat tata kelola program gizi yang transparan dan akuntabel.Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel menyampaikan penguatan integritas dalam pelayanan publik merupakan bagian penting dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pemenuhan gizi masyarakat.“Kami berharap program Asta Cita dari Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam pelayanan publik, khususnya terkait pemenuhan gizi masyarakat, dikelola secara profesional, tepat sasaran, dan bebas dari praktik koruptif,” ujarnya.Ia mengatakan setiap program harus dikelola secara profesional, tepat sasaran, dan bebas dari praktik koruptif demi menjamin manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pada anak sekolah.Andi Sudirman juga menekankan perlunya kolaborasi erat antara Badan Gizi Nasional dan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan serta peningkatan kompetensi SDM.“Dengan penerapan sistem yang lebih kuat dan SDM yang lebih kompeten, pemenuhan gizi dapat berjalan lebih efektif dan memberi dampak nyata, terutama bagi anak sekolah dan masyarakat kita,” cetus Andi Sudirman.