Terkini.id, Jakarta – Mantan Caleg PDIP, Sumantri Suwarno menilai bahwa islam yang paling tepat untuk Indonesia adalah Islam yang ramah keberagaman.
Maka, ia menyarankan masyarakat untuk memilih dan memenangkan koalisi politik yang memiliki Islam moderat.
“Islam yang paling fit untuk Indonesia adalah Islam yang ramah keberagaman,” katanya Sumantri melalui akun Twitter-nya pada Senin, 25 Oktober 2021.
“Selalu menangkanlah koalisi politik yang ada Islam moderatnya. Jika ada kesalahan dalam jalannya pemerintahan, tidak sampai meruntuhkan negara,” lanjutnya.
Dalam cuitan-cuitannya yang lain, Sumantri Suwanto menyiratkan soal organisasi masyarakat yang ia anggap moderat, yakni Nahdatul Ulama (NU).
Ia mengatakan hal itu saat membela Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas yang ramai dikritik karena mengatakan bahwa Kemenag adalah hadiah negara khusus untuk NU.
Menurut Sumantri pernyataan itu bukanlah berarti bahwa Menag menyampingkan kelompok Islam lainnya.
“Tetapi bahwa NU bisa memberdayagunakan Kemenag, untuk memastikan kebesaran dan sifat moderat NU menjadi pelindung bagi kelompok-kelompok lain yang lebih lemah,” katanya pada Minggu, 24 Oktober 2021.
Sumantri Suwarno mengatakan bahwa pidato Yaqut Cholil Qoumas harus dilihat secara keseluruhan untuk memahami konteksnya.
Menurutnya, ujung dari pidato Yaqut adalah penegasan bahwa NU merupakan kekuatan moderat yang memastikan Kemenag digunakan untuk mengayomi semua agama.
“Konteks Kementerian agama hadiah untuk NU kalau dilihat keseluruhan pidato juga berujung kepada ‘NU sebagai kekuatan besar yang moderat, bisa memastikan Kementerian Agama sebagai kementerian seluruh umat beragama’,” katanya.










