Sudah 19 Orang Positif Corona di Indonesia, Ini Imbauan Gubernur Sulsel

Sudah 19 Orang Positif Corona di Indonesia, Ini Imbauan Gubernur Sulsel

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta -- Pemerintah RI mengumumkan penambahan jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia yang drastis. Bertambah dari 6 pasien menjadi 19 pasien.

"Hari ini jumlah kasus yang terkontaminasi positif sebanyak 19," kata juru bicara pemerintah khusus penanangan virus corona, Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin 9 Maret 2020.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah kemudian menyampaikan imbauan terkait peningkatan jumlah pasien positif corona tersebut.

Nurdin Abdullah menyampaikan, hingga saat ini belum ada pasien positif corona di Sulawesi Selatan.

"Terkait jumlah pasien Covid19 atau Corona yang yang terus bertambah, saya ingin menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada satupun pasien Corona di Sulsel, saya juga menghimbau kepada warga untuk memperhatikan hal2 berikut:

1. Menunda perjalanan keluar negeri, khususnya ke negara yang sudah terinfeksi virus Covid19

2. Tidak menimbun atau memborong masker, gunakan hanya untuk yang sedang sakit atau petugas medis di rumah sakit.

3. Tidak memborong kebutuhan pokok, karena bahan pangan di Sulsel sangat cukup.

4. Kesadaran warga yang baru kembali dari daerah terinfeksi dan merasakan gejala untuk segera menghubungi call centre.

6. Tidak mudah percaya dengan informasi terkait kasus Corona yang tidak jelas sumbernya.

5. Covid 19 sangat besar potensi kesembuhannya, tetap jaga kebersihan agar badan tetap sehat sehingga tidak mudah terjangkit penyakit.

Tertular dari Wanita 59 Tahun

Sebelumnya, jumlah pasien positif corona enam orang. Yurianto menuturkan jumlah itu bertambah jadi 19 orang. Penambahan pasien positif corona dimulai dari kasus 07, seorang perempuan berusia 59 tahun.

"Kondisi sakit ringan sedang, stabil. Ini imported case. Beliau baru kembali dari luar negeri dan beberapa saat menunjukkan gejala-gejala seperti itu. Kemudian dilakukan pemeriksaan, kemudian diperiksa dengan genome sequencing 4 hari lalu. Hasilnya positif. Sebagai kasus 07," kata Yurianto.

Pasien lain adalah kasus 08, laki-laki, usia 56 tahun yang tertular kasus 07. Yurianto menyebut pasien kasus 07 dan 08 adalah suami istri.

Kondisi pasien kasus 08 menggunakan beberapa peralatan infus, oksigen.

"Karena sebelum kontak dengan 07, 08 ini sudah sakit duluan, tapi bukan sakit covid-19, sakit diare, ditambah riwayat diabetes," ujar Yuri.

Pasien selanjutnya adalah kasus 09, perempuan usia 55 tahun. Lalu, pasien kasus 10, laki-laki warga negara asing berusia 29 tahun. Selanjutnya pasien kasus 11, WNA perempuan usia 54 tahun yang setelah ditelusuri memiliki kontak kasus 01.

Selanjutnya ada kasus 12, lelaki berusia 31 tahun yang juga sempat kontak dengan kasus 01. Adapun pasien kasus 13 adalah perempuan 16 tahun yang terkait dengan pasien kasus 03.

Pasien berikutnya, kasus 14 laki-laki usia 50 tahun dan kasus 15 perempuan usia 43 tahun.

Selanjutnya pasien kasus 16, perempuan 17 tahun, terkait dengan pasien nomor 15 karena mengalami kontak erat.

Tiga pasien lainnya, kasus 17 ( laki-laki 56 tahun), kasus 18 (laki-laki 55 tahun), dan kasus 19 (laki-laki 40 tahun) merupakan pasien yang dikategorikan sebagai imported case.

"Masyarakat diminta tetap tenang karena kecenderungan penyakit ini secara klinis tidak seperti yang kita bayangkan seperti di Wuhan," kata Yuri.

"Karena kita sudah laporkan kasus positif di RS, sepenuhnya mandiri, tidak ada yang menggunakan oksigen, infus, dan bisa melakukan perawatan sendiri," ujar dia menambahkan seperti dikutip dari cnnindonesia.