Terkini.id, Jakarta - Aksi sejumlah jet tempur Israel yang menyerang bangunan bangunan secara membabi buta diketahui karena mereka tengah frustrasi melawan Hamas.
Sejumlah Pilot jet tempur Israel mengaku mereka sengaja membombardir bangunan di Jalur Gaza, Palestina, lantaran frustrasi dalam peperangan dengan milisi Hamas atau Jihad Islam selama sebelas hari tersebut.
Mengutip dari Middle East Eye, Selasa 25 Mei 2021, sejumlah gedung di Jalur Gaza menjadi sasaran jet-jet tempur Israel untuk dihancurkan. Mereka beralasan gedung itu digunakan kelompok Hamas untuk melakukan koordinasi serangan ke Israel.
Selain itu, mereka juga menyerang sejumlah gedung atau bangunan di Gaza untuk menghancurkan terowongan yang dibangun milisi Hamas untuk menyerang.
Namun, pengakuan dari para jet tempur Israel justru mengungkap sisi lain.
"Saya menjalankan misi serangan udara dan merasa menghancurkan bangunan sebagai cara menyalurkan rasa frustrasi terhadap apa yang terjadi terhadap kami yang dilakukan oleh kelompok milisi di Gaza," ungkap seorang pilot jet tempur Israel, Mayor D, yang identitasnya dirahasiakan, seperti dikutip stasiun televisi Channel 12.
"Kami gagal menghentikan serangan roket dan menewaskan pemimpin organisasi ini, jadi kami memilih menghancurkan gedung," ungkap Mayor D.
Stasiun televisi Channel 12 mewawancarai sejumlah pilot AU Israel pada pekan lalu.
Selama sebelas hari berperang, serangan udara Israel menghancurkan sembilan gedung dan sejumlah rumah penduduk di Jalur Gaza. Mereka meledakkan gedung al-Jalaa, yang disewa sebagai kantor biro oleh sejumlah media massa asing seperti Associated Press, Al-Jazeera dan Middle East Eye.
Tindakan Israel menuai kecaman dari berbagai organisasi media massa dan perlindungan hak asasi manusia.
Dalam peperangan itu, sebanyak 248 penduduk Gaza meninggal akibat serangan udara Israel. Sementara sebanyak 1.948 orang lainnya mengalami luka-luka dari ringan hingga berat.
Sedangkan menurut catatan Israel, kelompok milisi Palestina di Jalur Gaza seperti Hamas dan Jihad Islam meluncurkan sekitar 4.000 roket. Sebanyak 12 penduduk Israel tewas dalam serangan itu.
Kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata pada 21 Mei pukul 02.00 waktu setempat.









