Terkini.id, Jakarta – Perusahaan modal Ventura asal Jepag, Softbank, telah mundur dari proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Sehingga akibatkan investasi senilai 100 miliar dollar AS di IKN Nusantara pun melayang.
Menanggapi hal tersebut, politikus partai Demokrat, Benny K Harman melalui cuitan di akun twitternya meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat alasan Softbank membatalkan investasinya.
“Pemerintah penting secara terbuka menjelaskan secara terbuka kepada rakyat mengapa investasi Softbank ini dibatalkan,” tulis Benny di akun twitternya @BennyHarmanID.

Benny juga mepertanyakan, jika memang benar investasi dibatalkan, dari mana anggaran untuk membangun proyek IKN.
“Kalo benar dibatalkan, lalu dari mana anggaran untuk membangun proyek IKN ini, Ribuan triliun dana dibutuhkan untuk suksesnya proyek mercusuar ini,” tambahnya.
Sebagaimana dilansir dari Kompascom. Selasa, 15 maret 2022, Softbank mundur menjadi investor di IKN. Meski tidak jadi berinvestasi di IKN, Softbank akan terus memberikan dukungan kepada perusahaan rintisan (startup) di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini.
Padahal pada 2020, Son sempat bertemu dengan Jokowi di Jakarta membahas proyek-proyek potensial di Tanah Air, termasuk IKN. Di situlah Softbank menyatakan niatnya untuk menanam modal di RI.
“Kami tidak berinvestasi dalam proyek (IKN) ini, tetapi kami terus berinvestasi di Indonesia melalui perusahaan portofolio SoftBank Vision Fund,” kata SoftBank dalam sebuah pernyataan resmi, dikutip dari Nikkei Asia, Sabtu, 12 Maret 2022.










