Soal Sesajen, Cak Nun: Siapa Bilang itu Buat Setan dan Sembah Selain Allah?

Soal Sesajen, Cak Nun: Siapa Bilang itu Buat Setan dan Sembah Selain Allah?

Raja Ade Romania

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Tokoh intelektual muslim Indonesia, Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun menyinggung soal sesajen yang disebut sebagai tradisi oleh warga lokal namun dianggap bertentangan dengan syariat Islam.

Melalui sebuah video yang diunggah oleh kanal YouTube Indonesia Satu di tahun 2018 silam, Cak Nun mulanya meluruskan pandangan banyak orang terhadap tradisi tersebut.

Ada salah satu jamaah melontarkan pertanyaan kepada Cak Nun terkait budaya yang tak sejalan dengan syariat Islam.

"Budaya yang menentang syariat Islam harus dihilangkan tidak?," tanya seorang jamaah, dikutip Terkini.id melalui Hops pada Rabu 12 Januari 2021.

Cak Nun dengan tegas lantas menjawab bahwa sejumlah budaya yang ada di Indonesia saat ini justru sejalan dengan ajaran dan sikap Nabi Muhammad.

"Rasulullah itu, sekarang misalnya sunat, sunat itu sebelumnya Nabi Muhammad sudah ada, sejak Nabi Ibrahim, akekah juga sudah ada. Apa yang dihilangkan, apanya? Kan sudah jelas syariatnya gimana," kata Cak Nun.

Cak Nun juga membahas soal sesajen yang dianggap banyak orang sebagai salah perwujudan menyembah makhluk lain selain Allah, yakni setan. Padahal sesajen itu merupakan salah satu wujud atau sikap menghormati ciptaan Allah.

"Kenapa sesajen menentang syariat? Siapa yang bilang sesajen itu menyembah selain Allah, orang itu menghormati saja kok. Siapa bilang kalau jaran kepang itu nyembah setan, itu siapa? Siapa yang bilang kalau kamu bikin sesaji itu artinya nyembah selain Allah, itu siapa? Itu menghormati ciptaan Allah," ujar Cak Nun.

Oleh sebabnya dia berpesan kepada banyak orang supaya tidak mudah menilai sesuatu dan memiliki pandangan positif terhadap berbagai fenomena.

"Jangan gampang-gampang menilai, mending husnudzon aja. Yasudah dia saja enggak menyakiti siapa-siapa, dia juga tidak merusak apa-apa. Semoga doanya diterima Allah. Anggap begitu saja dalam menyikapi hidup," tegas Cak Nun.

Cak Nun mengajak agar banyak orang bisa merdeka dengan pendapat dan penilaian masing-masing sesuai dengan akal sehatnya sehingga tidak mudah terpengaruh anggapan orang lain.

"Jangan cuma paham dari kata orang, kamu harus merdeka dari itu. Kamu harus punya pikiran sendiri, harus punya akal sendiri. Tidak ada agama, bagi manusia yang tidak punya akalnya. Jadi aku tidak menentang siapa-siapa, aku ini cuma mau kamu autentik dengan pilihanmu sendiri, Sebab kalau kamu ngomong begitu dan salah, kamu yang akan diadili malaikat dan gusti Allah," ucapnya.