Budayawan Cak Nun: Jika Partai PDIP Mudhorot Bagi Bangsanya Akan Dihancurkan Oleh Allah

Budayawan Cak Nun: Jika Partai PDIP Mudhorot Bagi Bangsanya Akan Dihancurkan Oleh Allah

Ainur Roofiqi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta- Budayawan dan intelektual muslim Muhammad Ainun Najib atau yang akrab dikenal dengan Cak Nun mendatangi markas PDIP di Gedung Utama Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Kedatangan Cak Nun dalam rangka buka bersama dan mengisi kajian yang bertajuk "Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng: Kebangsaan dan Kenegarawanan".

Cak Nun bersama rombongan tiba pada pukul 17.40 WIB dengan mengenakan kemeja abu-abu celana putih. Begitu tiba di lokasi, Cak Nun diarahkan menuju tenda yang telah disiapkan untuk buka bersama.

Acara tersebut turut dihadiri oleh elit Partai PDIP, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah.

Adapun kegiatan ceramah yang diisi oleh Cak Nun dengan tema Sinau Bareng tersebut, diadakan di Kompleks Masjid At-Taufiq.

"Kami sengaja menggelar acara ini di Kompleks Masjid At-Taufiq, masjid yang kami bangun di kompleks Sekolah Partai dengan desain arsitektur khas budaya nusantara, yaitu arsitektur khas Minangkabau," kata Puan Maharani seperti dilansir dari CNN Indonesia, Minggu 10 April 2022.

Dalam kesempatannya mengisi ceramah, Cak Nun mengatakan bahwa Masjid At-Taufiq merupakan masjid yang dibangun khusus oleh Puan Maharani untuk almarhum bapaknya, Taufik Kemas.

Cak Nun menerangkan perihal nama At-Taufiq yang berarti ketika seseorang berbuat atau bertindak buruk akan dihalang-halangi oleh Allah.

Selanjutnya pria berkelahiran Jombang tersebut turut mendoakan kelancaran PDIP selama memberikan kebaikan untuk bangsa.

"Kalau PDIP mudhorot bagi Indonesia akan dihancurkan oleh Allah, kalau PDIP maslahat untuk bangasanya jalannya akan dihidupkan dan diberi kelancaran jalannya," kata Cak Nun di depan hadirin.

Lantas Cak Nun menegaskan kehadirannya dalam markas besar PDIP yang diundang secara pribadi oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tidak menjelaskan pandangan politik dan tidak memihak pada partai politik manapun.

"Adil gak saya? Apa saya berpihak pada PDIP atau Indonesia? Jelas ya?" tegas Cak Nun.