Terkini.id, Jakarta - Kabar adanya reshuffle di jajaran menteri makin terlihat terlebih usai adanya peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan adanya nomenklatur baru, yakni Kementerian Investasi.
Persoalan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, nasibnya belum pasti apakah tetap menjabat sebagai menteri atau tidak.
Kemudian ada Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi sudah dipastikan tak akan menjabat lagi mengingat kementerian tersebut sudah tak ada.
Mengutip dari Okezone, selain itu juga ada yang menyebut pos-pos lain yang perlu dilakukan reshuffle, terutama menteri-menteri yang dianggap tidak berkinerja baik.
Isu adanya reshuffle makin memungkinkan mengingat Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin mengabarkan adanya kemungkinan reshuffle di pekan ini.
"Pekan ini (reshuffle), sangat bisa pekan ini," kata Ngabalin, dikutip dari Kompas, Rabu, 14 April 2021.
Pernyataan Ngabalin ini kontradiksi dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bulan Februari lalu.
Dilansir dari Okezone, Jokowi sempat mengatakan bahwa takkan ada reshuffle mengingat kita masih berada di kondisi pandemi.
Hal itu ia sampaikan melalui video yang diunggah oleh Youtube Sekretariat Presiden yang diunggah Sabtu, 20 Februari 2021.
“Oh ndak, ndak ada, ndak ada,” katanya dikutip dari okezone oleh terkini.id.
Jokowi kemudian menegaskan saat ini tengah fokus dalam menangani pandemi Covid-19.
"Kita urus pandemi ini. Reshuffle lagi, itu siapa lagi itu. Referensinya siapa. Ndak, saya jawab tegas, ndak ada,” tuturnya.










