Soal Kontroversi PKS Anjurkan Kader Pria Poligami, Pengamat: Cari Perhatian

Soal Kontroversi PKS Anjurkan Kader Pria Poligami, Pengamat: Cari Perhatian

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pengamat politik, Bambang Arianto ikut menanggapi soal kontroversi program PKS yang menganjurkan kader pria mereka melakukan poligami atau memiliki istri lebih dari satu.

Menurut pengamat politik dari Institute for Digital Democracy (IDD) ini, ada beberapa hal yang menarik untuk didiskusikan dari kontroversi program poligami PKS tersebut.

Pertama, menurut Bambang, hal tersebut terkesan hanya cari perhatian alias caper. Sebab, sejak lama publik sudah paham bahwa di PKS memang dibolehkan untuk poligami.

"Artinya urusan internal kader seperti ini sebenarnya tidak perlu dipublikasikan di depan umum," ujar Bambang, Jumat 1 Oktober 2021 seperti dikutip dari GenPI.

Menurutnya, pemahaman publik dan kader antar partai politik berbeda sesuai ideologi masing-masing.

Sehingga, kata Bambang, ketika dipublish di depan umum tentu akan membuat gaduh termasuk bisa melukai perasaan kaum perempuan terutama kalangan janda.

Kedua, lanjut Bambang, kontroversi itu sekaligus membuktikan bahwa PKS telah berhasil menjalankan fungsi organisasi kepartaian sebagai partai kader dengan baik. Sebab persoalan rumah tangga saja bisa menjadi kajian pembahasan internal partai.

"Ini bukti bahwa PKS cukup solid dalam membangun kerangka kerja partai. Pasalnya sangat jarang kita temui ada partai yang mau mengurusi persoalan keluarga maupun pernikahan bagi para kader dan simpatisannya," jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang juga menilai bahwa publik selama ini biasanya mengenal partai sebatas kendaraan politik untuk mengejar kekuasaan semata. Sebab, partai politik hanya akan mendekat pada rakyat ketika pemilu dan akan menjauh dari rakyat pasca pemilu.

"Artinya meski terkesan caper tapi pernyataan ini bisa dikatakan bahwa PKS telah dapat memfungsikan dirinya sebagai saluran bagi kadernya, sehingga dapat aktif membahas berbagai persoalan kekinian yang dihadapi para kader dan simpatisannya," tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta maaf karena membuat gaduh masyarakat lantaran memberi anjuran kepada kadernya yang sudah mampu untuk poligami atau beristri lebih dari satu.

Permintaan maaf PKS kepada publik terkait anjuran poligami itu disampaikan Ketua Dewan Syariah PKS, Surahman Hidayat.

Surahman mengatakan, PKS sadar telah membuat gaduh dengan Tazkirah No.12 Tentang Solidaritas Terdampak Pandemi di mana salah satu poinnya yakni anjuran poligami bagi anggota PKS laki-laki yang telah mampu dan siap beristri lebih dari satu.

"Kami memohon maaf jika anjuran ini membuat gaduh publik dan melukai hati sebagian hati masyarakat Indonesia," kata Surahman.

Surahman pun mengatakan bahwa PKS telah mendapat berbagai masukan dari masyarakat sehingga mereka akhirnya memutuskan mencabut anjuran poligami itu.

"Setelah kami mendapat berbagai masukan dari pengurus, anggota dan masyarakat secara umum, kami memutuskan untuk mencabut anjuran poligami tersebut," ujarnya.