Soal Kisruh di Wadas, Kapolda Jateng: Tidak Ada Pengepungan dan Penyerangan!

Soal Kisruh di Wadas, Kapolda Jateng: Tidak Ada Pengepungan dan Penyerangan!

Resky Amaliah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Baru-baru ini kisruh penolakan warga terkait pengukuran di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo sedang ramai dibicarakan publik.

Dilansir terkini.id melalui merdeka.com, peristia ini bermula ketika sejumlah aparat kepolisian datang dan memadati Desa Wadas.

Aparat kepolisian datang dengan tujuan untuk mengawal petugas Badan Pertanahan Negara (BPN) yang tengah melakukan pengukuran lahan di desa tersebut untuk dijadikan proyek pertambangan batu andesit serta pembangunan waduk Bener.

Kegiatan tersebut kemudian mendapat penolakan dari warga karena dinilai akan mengancam 27 sumber mata air dan berpotensi akan merusak lahan pertanian warga.

Akibat dari kisruh penolakan tersebut, berujung kepada penangkapan 64 warga.

Sementara itu, telah beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan para aparat kepolisian yang diduga sedang melakukan pengepungan dan penyerangan di sekitar masjid.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi akhirnya buka suara mengenai isu tersebut.

"Di video viral polisi melakukan penyerbuan terhadap masjid, (ini) tidak (benar)," kata Luthfi dalam jumpa pers di Mapolres Purworejo, seperti dikutip dari detikJateng.

Pihaknya juga memastikan bahwa informasi yang mengatakan polisi mengepung masjid itu tidak benar apalagi dalam video tersebut polisi sedang berdiri membelakangi masjid.

"Perlu kami luruskan, tidak ada pengepungan masjid. (Justru) yang di dalam kami amankan," ujar Luthfi.

Dirinya juga menjelaskan kronologi kejadian, pada saat itu sedang terjadi aksi pengejaran antara warga yang setuju dengan warga yang menolak terhadap pengukuran lahan di Desa Wadas.

Kemudian sejumlah warga yang menolak berlari masuk ke dalam masjid. Karena melihat adanya potensi terjadinya bentrokan maka aparat kepolisian melakukan perimeter agar tidak terjadi kontak antara mereka.

Namun sayangnya, video tersebut disebarkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab dengan narasi seakan-akan polisi tengah melakukan pengepungan terhadap masjid.

Luthfi kemudian menegaskan bahwa pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

"Sekali lagi, kegiatan sesuai SOP, tidak ada penembakan, tidak ada kekerasan., prinsipnya, Polda Jateng memfasilitasi kegiatan pengukuran (tanah)," pungkasnya.