Soal Guru Asal Toraja Korban KKB, IKT Papua Usulkan Pengamanan Gunakan Pola Asrama

Soal Guru Asal Toraja Korban KKB, IKT Papua Usulkan Pengamanan Gunakan Pola Asrama

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Menyikapi dua jenazah guru korban kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tiba di Makassar, Ikatan Kerukunan Toraja (IKT) Papua, John Rende Mangontan meminta seluruh keluarga korban untuk tidak melakukan aksi balas dendam.

Adapun kedua korban yakni Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden. Keduanya warga asal Toraja, Sulawesi Selatan. Mereka telah lama mengabdi sebagai guru di Kabupaten Puncak, Papua.

"Kami mengimbau keluarga korban untuk tetap tenang dan welas asih akan kejadian yang menimpa keluarganya tersebut," kata John Rende, Selasa, 13 April 2021.

Kendati begitu, John merasa prihatin dan berduka atas kejadian ini. Hanya saja, ia meminta masyarakat Toraja mempercayakan kepada aparat yang berwenang untuk mengusut kejadian ini.

Menurutnya, pola pendidikan dan skop pengamanan di Papua sebaiknya digunakan dengan pola asrama. Agar kondisi semacam ini tidak terjadi lagi.

"Guru harus menjadi perhatian dan kekuatan tersendiri dalam misi mencerdaskan kehidupan bangsa," kata dia.

Di sisi lain, John mengatakan percepatan pembangunan yang tidak merata di Papua memunculkan kecemburuan pada masyarakat.

"Kesejahteraan tidak seimbang dengan dan muncul riak di sana," ungkapnya.