Soal Gaya Hijab Kadinkes Lampung Reihana, Buya Yahya Bilang Begini

Soal Gaya Hijab Kadinkes Lampung Reihana, Buya Yahya Bilang Begini

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

"Kalau punya rambut nongol dengan sendirinya lain cerita, tapi kalau anda sengaja dikasih alat tambahan kemudian ditonjolkan sampai tinggi itu nggak boleh (haram),” katanya.

"Kepalanya kayak punuk unta, itu buatan, artinya sesuatu yang dibuat tinggi, kayak punuk unta di atas kepalanya biar tampak lebih tinggi," lanjutnya.

Hijab Punuk Unta

Dilansir dari situs Nahdlatul Ulama alias NU, gaya hijab punuk unta dikaitkan dengan salah satu hadist yang berbunyi:

“Ada dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihatnya. Pertama. golongan yang membawa cambuk yang seperti ekor sapi di mana dengan cambuk tersebut mereka mencambuki orang-orang. Kedua, golongan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung (tidak taat kepada Allah) dan mengajarkan orang lain untuk meniru perbuatan mereka. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang miring, dan mereka tidak akan masuk surga dan tidak mencium baunya. Padahal sungguh bau surga akan tercium dari jarak perjalan seperti ini seperti ini (jarak yang jauh),” HR Muslim.

Walaupun sering dihubungkan dengan gaya hijab, beberapa ulama mengartikan hadits tersebut dengan cara yang berbeda.

an-Namawi berpendapat maksud dari hadits tersebut adalah wanita yang membesarkan kepalanya dengan kerudung atau serban dan menggunakan sesuatu diatas kepalanya hingga menyerupai punuk unta.

Lalu, al-Marizi berujar bahwa pengertian dari hadist itu adalah kaum perempuan yang suka melihat lelaki dan tidak menjaga pandangannya.