Singgung Revolusi Akhlak, Ustadz Riyadh: Kalimat Takbir Digunakan Memecah Bangsa

Singgung Revolusi Akhlak, Ustadz Riyadh: Kalimat Takbir Digunakan Memecah Bangsa

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Sebuah video ceramah pendakwah, Ustadz Riyadh Bajrey yang menyinggung soal revolusi akhlak dan kalimat takbir digunakan untuk memecah belah bangsa viral di media sosial.

Video ceramah Ustadz Riyadh soal revolusi akhlak tersebut ikut dibagikan Mantan Politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Minggu 18 April 2021.

Dalam video itu, tampak Ustadz Riyadh tengah ceramah di hadapan jemaah. Ia pun menyinggung soal revolusi akhlak yang menurutnya diumbar oleh kaum yang moralnya buruk.

"Di mana akal sehat sebuah kaum, ketika mereka yang menyerukan revolusi akhlak adalah kaum yang terbukti dengan seburuk-buruknya akhlak dan moral," ujar Ustadz Riyadh.

Ustadz Riyadh juga mengaku heran dengan mereka yang kerap meneriakkan kalimat takbir, namun malah melakukan kerusakan dan melontarkan caci maki terhadap penguasa.

"Di mana akal sehat sebuah kaum, ketika mereka yang bertakbir membesarkan nama Allah adalah kaum yang melakukan kerusakan, kemungkaran, mengarahkan celaan-celaan, makian-makian kepada penguasanya," tuturnya.

Ia pun kemudian mengungkapkan bahwa Indonesia berbeda dengan negara lainnya. Pasalnya, kata Riyadh, NKRI mendapatkan kemerdekaannya lewat perlawanan bambu runcing dan kalimat takbir.

Sementara negara-negara lain, menurut Riyadh, memperoleh kemerdekaannya hanya karena diberikan oleh penjajah.

"Indonesia, di antara negeri-negeri lain di muka bumi adalah kaum yang mendapatkan kemerdekaannya dengan bambu runcing dan kalimat takbir. Sementara negeri-negeri lain hanya mendapatkan kemerdekaannya berdasarkan pemberian dari penjajah," ungkap Ustadz Riyadh.

Riyadh pun menilai bahwa saat ini kalimat takbir malah digunakan oleh para penjual agama untuk memecah belah bangsa.

"Sekarang, haruskah kalimat takbir digunakan oleh para penghianat bangsa yang menghendaki kerusakan, perpecahan, yang menunggangi nama agama," tegasnya.

Selain kalimat takbir, Ustadz Riyadh juga menilai saat ini salawat kepada Nabi Muhammad SAW telah digunakan untuk merusak fasilitas yang merupakan hak umat dengan mengatasnamakan agama.

"Haruskah nama salawat kepada Rasulullah SAW yang mulia digunakan oleh kaum yang dengan itu mereka merusak fasilitas umum, hak umat dan dengan itu mereka mengatasnamakan agama. Sungguh tragedi," ujarnya.