Terkini.id, Jakarta - Aparat gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, dan Satpol PP nampak melakukan pengosongan markas organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP) di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 13 Desember 2021.
Markas Pemuda Pancasila dikosongkan sebab menempati bangunan aset negara yang terdaftar di Ditjen Kekayaan Negara dan pengelolaannya di bawah Lembaga Manajemen Aset Negara.
"Aset-aset yang diserahkan dari DJKN itu akan dioptimalisasi oleh Lembaga Manajemen Aset Negara untuk dikerjasamakan atau disewakan kepada pihak yang membutuhkan," ujar Pegawai Lembaga Manajemen Aset Negara Kementerian Keuangan, Bayu Adinegoro, dikutip dari Antara.
Secara rinci, Bayu membeberkan, bahwa bangunan yang ditempati ormas PP adalah aset milik bank yang sudah dilikuidasi.
Bank tersebut sudah bangkrut sejak tahun 1998 dan menyerahkan jaminannya kepada negara, salah satunya adalah bangunan yang kini ditempati sebagai markas ormas PP.
Pengosongan tersebut dilakukan secara kondusif meskipun pertemuan sebelumnya dengan perwakilan PP tidak mencapai titik temu.
"Sebenarnya tidak ada penolakan (dari ormas PP). Koordinasi kami cukup baik dengan perwakilan Pemuda Pancasila, namun tidak terjadi kesepakatan terkait pemanfaatannya, makanya mau tidak mau kami harus mengosongkan," ungkap Bayu.
Kapolsek Kemayoran Kompol Ewo Samono menyebut, ada sekitar 70 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP DKI Jakarta yang diturunkan dalam pengosongan markas tersebut.
Lebih lanjut, Ewo menerangkan bahwa pengosongan berjalan dengan baik karena ormas PP sudah lebih dulu keluar dari gedung tersebut.
"Yang menempati bangunan ini sudah lebih dahulu keluar dan hari ini mengeluarkan barang-barang saja," ucapnya.










