Serius Pindahkan Ibu Kota Negara, Presiden Jokowi Tiba di Balikpapan

Serius Pindahkan Ibu Kota Negara, Presiden Jokowi Tiba di Balikpapan

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Jakarta - Pemerintah serius menindaklanjuti wacana perpindahan ibu kota Indonesia. Setelah sempat didengungkan kembali pada 2017 lalu, kini wacana tersebut kembali mengemuka setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membahasnya dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta. Ada 4 lokasi yang sudah dipilih dan bakal diseleksi lagi di antaranya, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Barat. Dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa 7 Mei 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Pulau Kalimantan untuk meninjau lokasi calon ibu kota negara yang baru. Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Jokowi beserta rombongan lepas landas ke Kalimantan Timur dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia RI-1 pada pukul 09.00 WIB. Setibanya di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada pukul 11.55 WITA, Jokowi langsung menuju ke lokasi yang menjadi alternatif rencana pemindahan ibu kota tersebut.

Jokowi menginap di Kota Palangkaraya

[caption id="attachment_151926" align="alignnone" width="800"]Serius Pindahkan Ibu Kota Negara, Presiden Jokowi Tiba di Balikpapan Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Pulau Kalimantan, Selasa 7 Mei 2019 (foto: Biro Pers dan Media Sekretariat Presiden)[/caption] Setelah mengunjungi Kalimantan Timur, Jokowi beserta rombongan dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Kalimantan Tengah. Rencananya, Jokowi akan bermalam di Kota Palangkaraya. Lewat akun Twitter pribadinya, Jokowi menegaskan kembali bahwa pemerintah memang tidak main-main terkait rencana pemindahan ibu kota negara. Pilihan ibu kota negara yang baru, kata Jokowi, akan diputuskan setelah melakukan konsultasi dengan pemangku terkait. "Yang dipilih kita putuskan setelah konsultasi dengan lembaga terkait," tulis Jokowi di akun Twitter-nya.