Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi melontarkan sindiran kepada Presiden Joko Widodo mengenai masalah lapangan kerja di Indonesia.
Ia menyindir bahwa Jokowi lebih mengutamakan pengentasan pengangguran Cina hingga rakyat Indonesia sendiri terusir.
Bersama pernyataannya, ia membagikan berita dari Detik News berjudul “Jokowi Kesal RI Hanya Jadi Tukang Gali Tambang”.
“Die kesal woi, sedangkan pembantunya ngomong Tenaga Kerja Minim Kualifikasi. Sementara faktanya tenaga kerja kita dihargai dan di gaji besar oleh Australia,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 22 November 2021.
“Kan Taek kali kek gini, demi Pengentasan Pengangguran CHINA rakyat sendiri terusir,” sambungnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan kekesalannya karena Indonesia selama ini menjadi tukang gali tambang.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan pengarahan kepada peserta PPSA XXIII 2021 LNKRI di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu lalu, 13 Oktober 2021.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia selama ini hanya mengekspor hasil tambang dalam bentuk bahan mentah bahan mentah (raw material), padahal memiliki sumber daya atau harta karun yang melimpah.
Oleh karena itu, Presiden Jokowi menilai bahwa hilirisasi penting dilakukan. Sebab, menurutnya, Indonesia tidak akan bisa mendapatkan nila tambah jika masih terjebak dalam ekspor bahan mentah.
“Tidak bisa lagi kita ekspor raw material, yang tidak memiliki nilai tambah. Kita dapat uang dari situ iya, kita dapat income dari situ ya, tapi nilai tambahnya itu yang kita inginkan,” ucapnya.
Jokowi pun menegaskan lagi bahwa dalam binis tambang, Indonesia jangan hanya menjadi “tukang gali” saja.
“Anugerah yang diberikan Allah ke kita betul-betul luar biasa besarnya. Tapi kalau hanya tukang gali kita kirim keluar, mereka buat smelter di sana, kemudian dibuat barang setengah jadi atau jadi, kembali ke sini, kita beli. Inilah yang sedikit demi sedikit harus kita hilangkan," ucapnya.
Tidak hanya di sektor pertambangan, Jokowi juga ingin semangat hilirisasi diterapkan di sektor lain, seperti industri perikanan dan furnitur.
Ia menegaskan sekali lagi bahwa dalam sektor-sektor bisnis ini, Indonesia harus menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi yang mengombinasikan antara pemanfaatan kekayaan alam dengan kearifan teknologi yang melestarikan.
“Kita stop ekspor bahan mentah. Kita paksa entah BUMN entah swasta kita atau investor untuk mendirikan industrinya di dalam negeri,” kata Jokowi.










