Terkini.id, Jakarta - Dua hari berlalu usai viralnya pengemudi Pajero yang menganiaya sopir truk kontainer hingga sang korban mengalami keretakan tulang.
Kini kepolisian telah mengungkap identitas pengendara mobil Mitsubishi Pajero Sport di Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara itu.
Pria berinisial OK alias OT tersebut ditangkap Polres Metro Jakarta Utara di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin tadi.
“Pekerjaannya adalah outsorching. Dulu mantan pelaut, dia bukan angkatan laut yang disebutkan ramai-ramai di medsos. Saya pertegas lagi, mantan pelaut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Utara.
Lantas bagaimana dengan fakta-fakta lainnya? Berikut terkini.id telah merangkumnya untuk pembaca, dilansir dari IDNTimes:
1. Pelaku Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Yusri menjelaskan, pria 40 tahun itu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada pukul 07.40 WIB. Berdasarkan manifes, pelaku hendak melarikan diri ke Surabaya.
"Yang bersangkutan mungkin setelah mulai ramai melihat adanya pemberitaan ini kemudian akan coba melarikan diri ke Surabaya, jadi berhasil kita amankan di Bandara (Soekarno-Hatta)," tutur dia.
2. Menggunakan Pelat Nomor Palsu
Sementara, pelaku juga diketahui menggunakan pelat nomor polisi palsu. Saat kejadian, pelaku menggunakan pelat nomor B 1861 QH. Padahal nomor asli kendaraan itu adalah B 1086 VJA.
“Ini dia ketok sebenarnya kendaraannya itu mati, kendaraan sudah mati masa berlakunya 12 Mei 2020. Ini salah satu motif kenapa dia ganti dengan nomor palsu, karena kendaraannya ini sudah tidak berlaku lagi sejak Mei 2020,” ujar Yusri.
3. Pelaku Mengaku Emosi
Berdasarkan pemeriksaan, Yusri menyebut, pelaku mengaku emosi karena diklakson oleh pengendara truk kontainer yang berada tepat di belakangnya.
Berdasarkan pemeriksaan, Yusri menyebut, pelaku mengaku emosi karena diklakson oleh pengendara truk kontainer yang berada tepat di belakangnya.
Bahkan dua kali sudah sempat dilerai oleh orang yang di jalan yang menggunakan kaos TNI tersebut. Udah dilerai sebenarnya, tetapi masih dengan emosi lagi setelah meminggirkan kendaraannya turun lagi, bahkan memecahkan kaca dari pada trailer tersebut,” ujar Yusri.
4. Polisi Akan Memeriksa Kejiwaan dan Tes Urine Pelaku
Akibat kasus penganiayaan ini, polisi akan memeriksa kejiwaan termasuk cek urine untuk memastikan si pelaku sedang tidak mabuk saat kejadian.
“Apakah kemungkinan yang bersangkutan sudah pakai narkoba atau belum nanti kita cek urine. Tapi untuk cek COVID-nya sudah kami lakukan, karena memang ini SOP kami, setiap ada tersangka yang mau diperiksa kita lakukan swab antigen. Yang bersangkutan negatif,” tandas Yusri.










