Terkini.id, Jakarta - Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana meminta agar tak perlu membawa-bawa mujahid lagi dalam penentuan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Panca mengatakan bahwa biarlah penentuan capres dan cawapres menjadi urusan partai politik (parpol).
"Udah lah jangan bawa-bawa mujahid-mujahid lagi dalam penentuan capres-cawapres," katanya melalui akun Twitter Panca66 pada Rabu, 11 Agustus 2021.
"Biar aja urusan capres-cawapres jadi urusan parpol," sambungnya.
Deputi Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat itu juga menyinggung nama mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Riziea Shihab (HRS).
"Apa nga kasihan kalian melihat nasib HRS seperti sekarang ini?" ungkapnya.

Panca mengatakan itu sebagai respons terhadap Mujahid 212, Damai Hari Lubis yang menyatakan dukungannya terhadap pasangan Anies Baswedan dan Puan Maharani.
Damai setuju jika Anies Baswedan maju sebagai calon presiden dan Puan Maharani mendampingi sebagai wakil presiden.
"Pendapat pribadi saya boleh, namun posisi di balik dulu jadi Anies-Puan,” ujarnya pada Rabu, 11 Agustus 2021, dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.
Namun demikian, Damai yang juga merupakan konsultan hukum insidental pribadi HRS mengaku tidak bisa memaksakan pendapat pribadinya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tegak lurus pada perintah Ijtima Ulama dan arahan HRS yang dianggapnya sebagai seorang imam besar.
"Keputusannya mutlaknya kami tunggu nanti ada Ijtima Ulama, arahan IB (Imam Besar) HRS, baik beliau di luar penjara maupun masih di dalam penjara," pungkas Damai.










