Terkini.id, Jakarta – Aktivis perempuan dan akademisi, Chusnul Mar’iyah menyebut buzzer sebagai parasit demokrasi. Hal ini disampaikan karena menurutnya buzzer ini merupakan sekelompok orang yang memberikan informasi yang tidak benar.
Chusnul menyebut sejak dulu kelompok ini telah ada dengan tujuan memberikan sejumlah informasi yang kebenarannya belum tentu bisa dibuktikan.
Menurutnya, kelompok ini paling banyak digunakan oleh kelompok yang berkuasa dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai sarana penyebaran informasinya.
Pernyataan Chusnul Mar’iyah ini dia sampaikan melalui sebuah tayangan video yang diposting di kanal YouTube Chusnul Mar’iyah Official, sebagaimana dilihat pada, Rabu 13 April 2022.
Dalam video itu, nampak Fadli Zon menanyakan kepada Chusnul mengenai pendapatnya tentang buzzer yang selama ini ramai dibicarakan publik.
“Buzzer ya? Jadi dari dulu ada kelompok-kelompok yang kerjaannya memberikan informasi yang salah, sesat gitu, jadi zaman kekuasaan kan emang selalu ad aitu”, kata Chusnul Mar’iyah.

Dia mengatakan bahwa Survey Oxford juga mengemukakan bahwa pemerintah Indonesia memakai buzzer dalam kekuasaannya. Dia mengatakan tidak mengetahui secara pasti ketakutan apa yang disembunyikan pemerintah sehingga harus menggunakan buzzer dalam menjalankan kekuasaannya.
“Saya nggak tau ketakutan apa yang ada di otak dari pemerintah, dan ini kan paling banyak menggunakan buzzer tentu saja yang berkuasa karena dia punya dana dan sebagainya”, sambungnya.
Menurutnya, kehadiran para buzzer ini mencederai demokrasi dan cenderung menjadi parasite demokrasi sehingga menjadi tidak sehat.
“Nah ini menurut saya demokrasinya menjadi tidak sehat dalam konteks itu. Makanya kan illiberal democracy atau demokrasi liberal yang sakit gitu kan atau demokrasinya cacat, demokrasinya sudah terjual apa dan sebagainya”, imbuhnya.










