Terkini.id, Jakarta - Presiden Jokowi belum lama ini membandingkan harga bensin di Indonesia dengan sejumlah negara di dunia, termasuk Singapura.
Menurutnya, jikalau dirupiahkan, maka harga bensin di Singapura mencapai Rp32.000, sedangkan di Indonesia pertalite masih di angka Rp7.000-an
Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi pun mengajak rakyat Indonesia untuk senantiasa bersyukur.
Adapun hal tersebut ia sampaikan saatenyinggung soal gawatnya kondisi global saat ini yang membuat harga pangan hingga energi meroket.
Presiden Jokowi mengatakan bahwa lantaran pandemi COVID-19, ekonomi dunia pun kini dibuat khawatir dengan adanya perang di Eropa.
Sejumlah negara di dunia yang tak tahan dengan melambungnya harga komoditas pun mengambil keputusan menaikkan harga BBM.
Misalnya saja di Jerman, yang menurut Presiden Jokowi sudah menjual bensin Rp31.000 per liter alias naik dua kali lipat dari harga biasa.
"Di Singapura (bensin) Rp32.000. Di Thailand Rp20.800 kalau saya rupiahkan," ungkapnya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Pro Jokowi (Projo), di Magelang, Jawa Tengah, dikutip terkini.id dari kumparan pada Sabtu, 21 Mei 2022.
"Di Amerika Rp18.000 kurang lebih. Kita (pertalite) masih Rp7.650."
Kendati demikian, orang nomor satu di Indonesia itu juga menyinggung soal subsidi energi di APBN.
Imbas dari naiknya harga minyak mentah dunia, sementara harga BBM pertalite ditahan, membuat alokasi subsidi energi yang ditanggung kas negara jadi besar sekali.
"Masalahnya adalah tahan kita sampai kapan kalau perangnya enggak rampung-rampung?"
Selain perang Rusia dan Ukraina, saat ini pun tengah ramai ketegangan China dan Korea Utara yang juga mengkhawatirkan global.
Sementara untuk wabah pandemi, lanjut Presiden Jokowi, Indonesia sudah lebih baik karena kasusnya semakin landai.
Ia pun membandingkan dengan di Eropa yang kasus wabah ini masih tinggi. Pun di Amerika, menurutnya, saat 10 hari lalu ke sana, kasus hariannya masih mencapai 78.000 kasus.
"Negara lain masih pada proses mengatasi yang namanya pandemi. Sekali lagi ini yang harus kita syukuri, kita masih tahan dengan harga pertalite Rp7.650," pungkasnya.










