Sangar! Demi Lengserkan Presiden RI, Rizal Ramli Berani Ngomong Gini di Depan Ratusan Jenderal dan Kolonel TNI

Sangar! Demi Lengserkan Presiden RI, Rizal Ramli Berani Ngomong Gini di Depan Ratusan Jenderal dan Kolonel TNI

Raja Ade Romania

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, JakartaPakar ekonom senior, Rizal Ramli menceritakan pengalaman pribadinya ketika berupaya melengserkan Presiden RI ke-2 yakni Soeharto.

Rizal Ramli mengatakan, bahwa pada bulan Oktober tahun 1997, ia sempat diundang para jenderal TNI dalam suatu acara yang digelar di Sekolah Staf Komando Gabungan (Sekogab), Bandung.

Acara tersebut dikatakannya dihadiri oleh sekitar 200 jenderal dan kolonel TNI.

Pengalamannya itu diceritakan Rizal Ramli dalam video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun, pada 3 November 2021.

“Pada bulan Oktober 97, saya diundang untuk bicara di Sekogab di Bandung. Pada waktu itu Letnan Jenderal Ari Kumaat kepalanya. Ada 200 jenderal dan kolonel yang hadir,” kata Rizal Ramli.

Acara itu diawali dengan pernyataan tegas dari Jenderal Sayudiman yang menyebut bahwa ABRI tetap mendukung kepemimpinan Soeharto meskipun dilanda krisis ekonomi.

“Pada waktu itu yang bicara pertama Jenderal Sayudiman, dia bilang waktu itu Oktober 97 Indonesia saat krisis, dia waktu itu bilang ‘tidak ada pilihan bagi ABRI, kecuali dukung Presiden Soeharto all out’,” tutur Rizal Ramli.

Namun, ketika Rizal Ramli diberikan kesempatan untuk berbicara, ia justru memiliki pandangan yang berbeda dari Jenderal Sayudiman.

Rizal Ramli saat itu berpandangan, ibarat sebuah bola kaca Indonesia sudah dalam keadaan retak sehingga apabila ada yang menendang sedikit maka Soeharto dipastikan bisa lengser.

“Proses giliran saya, saya mohon maaf, saya beda 180 derajat dengan Jenderal Sayudiman. Saya ibaratkan waktu itu Indonesia sebagai bola kaca yang sudah retak. Kemudian teman-teman pro demokrasi ngomong di hadapan tentara kalau sudah tidak sabar, 32 tahun Soeharto berkuasa,” bebernya.

Pendapat Rizal Ramli yang berani berbeda dengan Jenderal Sayudiman, membuat sejumlah petinggi TNI terkejut. Terlebih kala itu, posisi Soeharto masih menjabat sebagai Presiden RI dengan ABRI sebagai sokoguru-nya.

“Waktu break makan siang, saya suruh staf saya si Tri untuk keliling ke meja makan satu per satu untuk menanyakan ke para jenderal dan kolonel yang hadir soal pernyataan Rizal Ramli. Mereka bilang bahwa Pak Ramli gila, ini kan Soeharto masih berkuasa, kok dia bisa ngomong begitu di kandang singa,” ujarnya.

Meski demikian, hasil yang diperoleh dari staf Rizal Ramli kala itu menyatakan bahwa para jenderal dan kolonel TNI yang hadir sepakat jika Presiden Soeharto memang sudah keterlaluan.

“Tapi apa yang diomongin Pak Ramli benar, Soeharto sudah keterlaluan, ini kata-kata jenderal lho ya,” kata Rizal meyakinkan.