Terkini.id, Jakarta – Eks Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu belum lama ini turut menyoroti kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini telah diresmikan Pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Said Didu melalui sebuah cuitan diakun media sosial twitter miliknya.
Dalam cuitannya, Said Didu tampak memberika pertanyaan yang diarahkan kepada pihak pemerintaan.
"Bapak Presiden yth, bolehkah rakyat diberikan kode mana kata-kata Bpk yg rakyat boleh pegang bhw hal tsb akan dilaksanakan sesuai dg yg dikatakan? Ini pernyataan Bpk bulan Juli 2022," tulis M Said Didu.
Selain dari itu, melalui cuitan di akun media sosial Said Didu bahkan menambahkan link pemberitaan terkait pernyataan Jokowi pada Juli 2022 lalu yang menegaskan tak akan menaikkan harga BBM.
Hingga berita ini ditayangkan belum lagi ditemukan respons dari pihak pemerintahan terkait pernyataan Said Didu.
Pada pemberitaan itu disebutkan bahwa Presiden Jokowi menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, listrik, dan gas LPG tiga kilogram tidak akan naik hingga akhir tahun. Dikutip Terkini.id dari Populis. Senin, 5 September 2022.
Subsidi untuk komoditas-komoditas itu dipastikan terus digulirkan di tahun depan jika kondisi perekonomian dunia membaik serta konflik antara Rusia dan Ukraina mereda.
"Presiden menjamin, sampai akhir tahun, subsidi BBM akan terjaga. Sekarang tren harga minyak menurun, kan. Kalau harga minyak dunia turun, harga BBM akan turun juga. Kita juga harapkan ketegangan antara Rusia dan Ukraina mereda,” pungkasnya,
Lanjut “Itu akan sangat membantu ekonomi kita," ujar anggota Dewan Penasihat Forum Pemred Primus Dorimulu, usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta.










