Said Didu Pertanyakan Penjelasan Istana Soal Kerumunan Jokowi di NTT

Said Didu Pertanyakan Penjelasan Istana Soal Kerumunan Jokowi di NTT

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Muhammad Said Didu mempertanyakan mengenai penjelasan Istana Kepresidenan bahwa kerumunan yang timbul dalam kunjungan Jokowi ke NTT adalah bentuk spontanitas presiden dan masyarakat. Dalam sebuah cuitannya, Said Didu menanyakan empat hal terkait kerumunan tersebut.

Pertama, ia mempertanyakan mengapa kerumunan warga tersebut tidak dihentikan oleh petugas terkait.

“Pertanyaannya adalah: 1) Kok tidak dihentikan oleh pertugas,” tulisnya pada akun twitter @msaid_didu pada Rabu, 24 Februari 2021.

Selanjutnya, Said Didu mempertanyakan aksi yang dilakukan Jokowi dalam video kerumunan yang beredar di sosial media, yaitu berhenti menyapa warga dan membagikan souvenir.

“2) Kok berhenti dan menyambut spontanitas tersebut?” 3) Kok sudah tersedia souvenir untuk dibagi? 4) Kok membagi souvenir,” lanjutnya.

Said Didu membagikan cuitan tersebut bersama sebuah cuitan dari warganet lain yang mengunggah video kerumunan Jokowi.

“Tanpa pengawalan Paspampres yang ketat, kerumunan ini menurut Istana karena spontanitas,” tulis warganet yang cuitannya dibagikan Said Didu.

“Percaya ini spontanitas? Berapa banyak yang nggak percaya ini aksi spontanitas? Yang nggak percaya RTL,” lanjut warganet tersebut.

Adapun terkait penjelasan dari Istana yang dimaksud disampaikan oleh Bey Machmudin, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden pada Selasa, 23 Februari 2021.

"Jadi sebenarnya, itu melihat spontanitas dan antusiasme masyarakat Maumere menyambut kedatangan Presiden Jokowi,” jelas Bey dilansir dari CNBCIndonesia.com.

Selain menyampaikan bahwa kerumunan tersebut adalah spontanitas, Bey juga menyampaikan bahwa Jokowi mengingatkan warga untuk memakai masker.

“Dan kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker," ungkapnya.

Adapun terkait souvenir yang diberikan, Bey menjelaskan bahwa itu merupakan bentuk spontanitas presiden untuk menghargai antusiasme masyarakat.

"Itu spontanitas presiden untuk menghargai antusiasme masyarakat. Suvenirnya itu buku, kaos dan masker,” jelasnya.

Bey lalu menegaskan bahwa inti dari semuanya adalah bahwa presiden tetap mengingatkan masyarakat di sana untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Tapi poinnya, presiden tetap mengingatkan warga tetap taati protokol kesehatan," tegasnya.