Terkini.id, Jakarta – Pengangkatan Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU menjadi Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk warganet. Beberapa menilai bahwa latar belakang Said Aqil tidak sesuai dengan latar belakangnya.
Salah satu kumpulan komentar dapat dilihat di akun instagram @okezonecom yang mengunggah berita terkait pengangkatan tersebut pada Kamis, 4 Maret 2021.
“Tidak nyambung ah. Apa ini Cuma bagi-bagi kue Pilpres. Kalau bukan ahlinya, tunggu kebangkrutan. Semoga tidak,” komentar @syaripmansoer.
“Orang nggak punya kapasitas di bidang perkeretaan diangkat jadi Komisaris PT. KAI? Memang pekok Pemerintahan Indonesia,” tulis @ter_e06.
“Selamat @saidaqilsiroj53 Pak. Sudah banyak memanen hasil kerjanya sebagai penjilat penguasa,” tulis @janisarinabati.
Kumpulan komentar lain juga dapat dilihat di bawah instagram @gelora yang juga mengunggah terkait berita pengangkatan Said Aqil.
Kebanyakan memberi komentar senada bahwa pengangkatan tersebut adalah bentuk bagi-bagi jabatan kepada pendukung pemerintah.
“Akhirnya dapat jatah,” tulis @auffklarung_commando.
“Perjuangan memang tak akan mengkhianati hasil. Semangat menjilat dan menjual aqidahnya,” komentar @ozieelsharawy.
“Heran saya. Yang menjabat sebagai petinggi itu rata-rata di lingkaran mereka semua. Padahal di luar sana banyak yang lebih baik. Hadeh,” tulis @siranggaaa.
Untuk diketahui, sebelumnya Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga telah mengungkapkan alasan mengapa Said Aqil diangkat menjadi Komut PT KAI.
Dilansir dari Kompas.com, salah satu pertimbangannya adalah pengalaman Said Aqil di dunia bisnis.
Mengingat, Said Aqil pernah menjabat sebagai Komut Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).
“Jadi beliau sudah punya pengalaman yang banyak mengenai pengelolaan bisnis dan sebagai komisaris. Jadi bukan sesuatu yang baru bagi beliau, beliau paham bagaimana jalannya sebuah market perusahaan dan sebagainya,” ujar Arya pada Rabu, 3 Maret 2021, dilansir dari Kompas.com.










