Terkini.id, Jakarta - Dalam perbincangannya dengan Refly Harun, Rizal Ramli mengaku pernah menggagalkan beberapa proyek strategis yang diusung oleh Jusuf Kalla ketika dirinya menjabat sebagai Menko Kemaritiman di Kabinet Kerja Jokowi.
Rizal Ramli mengungkapkan, pada awal dirinya menjadi calon Menko Kemaritiman, pria lulusan Universitas Boston ini memberikan syarat khusus kepada Jokowi.
Syarat yang ia ajukan kepada Jokowi yaitu dirinya enggan untuk melapor hasil kerjanya kepada Jusuf Kalla yang saat itu menduduki kursi Wakil Presiden.
"(Saya bilang), Saya setuju, tapi dengan syarat. Saya nggak mau laporan-laporan sama Pak JK (karena) biasanya dia bisnisin pengetahuan-nya di dalam," ujar Rizal Ramli, dikutip dari saluran YouTube Refly Harun, Rabu 30 November 2022.
Lalu Rizal Ramli mengatakan selama ini Jusuf Kalla selalu merasa terganggu dengan kehadiran dirinya.
"JK memang terganggu sama kita. Dulu kan di sidang kabinet dia sangat dominan. Memang banyak orangnya JK di kabinet Jokowi yang pertama. Begitu kita masuk kan berubah. Pikiran-pikiran kita akhirnya jadi kesimpulan rapat, Jokowi nyimpulin itu," katanya.
Salah satu dugaan kekesalan Jusuf Kalla terhadap Rizal Ramli adalah karena dirinya menggagalkan proyek strategis pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (Ketua PMI).
"Nah yang kedua ada main lagi mereka, dengan salah satu menteri, mau bikin jaringan pipa BBM sepanjang Jawa. Nilai investasinya USD3 miliar. Semua sudah setuju tadinya (tetapi) saya angkat tangan," tuturnya.
"Ngapain bikin jaringan ini, ini kan pemborosan. Saya setuju kita bikin jaringan pipa gas, gas dari luar Jawa kita jadikan city gas, supaya energi kita murah, lingkungan hidup kita bersih. Mohon maaf Pak Presiden, kita batalin ini," lanjutnya.
Menurut Rizal Ramli, proyek strategis Jusuf Kalla ini hanya akan membuang-buang uang sebab Indonesia sudah punya jalur BBM bekerja sama dengan pihak swasta.









