Terkini.id, Gorontalo - Riski Lamato, seorang pelajar di Gorontalo melakukan aksi heroik yang dipuja puji banyak pihak, termasuk Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya.
Riski dengan sigap memanjat tiang bendera saat upacara kemerdekaan RI. Itu dia lakukan lantaran terjadi insiden tali bendera yang putus saat sesi pengibaran Sang Merah Putih.
Padahal, bendera itu tingginya mencapai sekitar 14 meter.
Riski langsung memanjat tiang bendera saat peringatan HUT ke-78 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sumalata Timur Kabupaten Gorontalo Utara.
Video Riski memanjat bendera dan melancarkan upacara HUT RI ke-78 tersebut viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Sumalata Timur, Gorontalo Utara.
Saat tali pengereknya putus, dan ujung tali tersangkut di ujung tiang yang tinggi, saat itulah Riski yang merupakan salah satu peserta upacara langsung memanjat tiang bendera.
Ia memanjat tiang bendera untuk segera ke ujung tiang, sementara petugas pengibar benderanya membentangkan sang Merah Putih di samping tiang sembari menanti Upaya Riski naik ke puncak tiang bendera.
Semua peserta upacara yang sudah dalam posisi menghormat, telapak tangan kanan diletakkan di depan kepala, terus memandang aksi heroik Riski. Mereka tetap pada posisi menghormat bendera yang masih dibentangkan petugas.
Suara musik pengiring lagu kebangsaan Indonesia Raya terus terdengar disertai nyanyian peserta upacara, suara ini seakan menyemangati Riski Lamato untuk segera ke ujung tiang yang menjulang tinggi.
Saat lagu Indonesia Raya memasuki pengulangan syair pada kalimat Indonesia Raya Merdeka, Merdeka, saat itu tangan Riski mengambil ujung tali dan seecpat kilat membawanya turun memerosot ke bawah.
Peserta upacara langsung memberi tepuk tangan yang bergemuruh, sesampai di bawah Riski langsung menyerahkan ujung tali ke petugas pengibar bendera.
Dengan mendapatkan ujung tali ini, petugas pengibar langsung menaikkan bendera ke puncak tiang tanpa kendala. Setelah itu pemimpin upacara memberi aba-abak untuk menurunkan tangan dari posisi menghormat ke sikap sempurna.
Atas keberanian dan sikap heroik Riski ini, Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya mengundangnya untuk makan malam di rumah jabatan pada Jumat (18/8/2023).
Siswa kelas X SMA 9 Gorontalo Utara itu datang bersama sang ayah dan ibunya, Irfan Lamato dan Yusra Laiya serta didampingi kepala sekolahnya.
Riski menggunakan pakaian PMR putih-putih, seragam yang ia gunakan saat memanjat tiang bendera untuk mengambil tali yang putus saat upacar pengibaran bendera merah putih di Kecamatan Sumalata Timur. Berkat aksinya itu, bendera merah putih bisa dikibarkan sebagaimana mestinya.
Penjagub Ismail menyampaikan apresiasi dan kekaguman atas aksi Riski menyelamat pengibaran merah putih. Riski dinilai berani dan mengambil keputusan yang tepat di momen yang sangat penting.
"Ini sebagai bentuk ucapan penghargaan saya pada seorang anak yang baru kelas X sudah punya keberanian yang tinggi serta pengambilan keputusan yang cepat sehingga secara refleks memanjat tiang bendera sekalipun dengan risiko yang harus ditanggung. Apalagi tiang bendera yang dinaiki itu sangat tinggi, sekitar 14 meter," kata ismail Pakaya bangga.
Berkat aksi heroiknya itu, Riski akan menerima beasiswa hingga lulus dari bangku sekolah. Warga Desa Hulawa Kecamatan Sumalata Timur juga mendapatkan hadiah sepeda dari Ismail Pakaya.
Riski diminta memilih satu dari tiga unit sepeda yang biasa digunakan gubernur berolahraga.
"Tiga kilometer jarak sekolah dari rumahnya. Jadi silakan sepeda ini digunakan untuk transportasi dari rumah ke sekolah pergi pulang," ucap Ismail Pakaya.
Ketua TP-PKK Fima Agustina juga menyerahkan santunan secara pribadi kepada Riski. Uang itu diharapkan bisa membantunya meringankan beban sehari-hari Riski dan keluarganya.
Saat ini Riski bersama keluarga diinapkan di Hotel Elmadina. Bergabung bersama puluhan anggota Paskibraka Provinsi Gorontalo yang sukses menjalankan tugas pada 17 Agustus 2023 kemarin.
Dapat Tabungan Pendidikan dari Bupati Gorontalo Utara
Bupati Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo Thariq Modanggu kemudian menyerahkan tabungan pendidikan kepada Riski Lamato, pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 yang melakukan aksi heroik memanjat tiang bendera setinggi 14 meter.
“Bagi saya apa yang dilakukan Riski adalah aksi heroik yang sangat membanggakan. Saya selaku kepala daerah tidak hanya bangga namun wajib mengapresiasi,” kata Bupati Thariq di Gorontalo, Jumat.
Tabungan pendidikan yang diberikan kepada Riski atas keberaniannya memanjat tiang bendera untuk menyambung tali yang putus di Hari Kemerdekaan 17 Agustus kata Bupati, merupakan bagian dari sejarah yang perlu dicatat.
“Ini wujud rasa nasionalisme yang tinggi dan cinta Tanah Air seorang generasi muda di era saat ini. Riski mampu menunjukkan kecintaannya kepada Merah Putih. Kita patut bangga dengan aksi Riski meski sangat berbahaya,” katanya.
Riski dengan sigap berlari kencang tanpa takut dengan risiko yang dihadapi. “Luar biasa dan membanggakan. Ada nilai nilai perjuangan yang patut dicontoh,” kata Bupati pula.
Ia mengapresiasi sekaligus menjadikan pelajaran bagi seluruh penyelenggara kegiatan upacara bendera untuk dapat optimal mempersiapkan kegiatan.
“Kita perlu mempersiapkan segala sesuatu dari berbagai sisi. Penting sekali untuk menerapkan cek dan ricek,” katanya.
Bupati Thariq Modanggu juga didampingi Dandim 1314 Gorontalo Utara Letkol Inf. Czi Adityo Bangun Pratomo yang juga menyerahkan hadiah tabungan pendidikan serta peralatan sekolah untuk Riski Lamato.
Riski tercatat sebagai siswa kelas sepuluh SMA Negeri 9 Gorontalo Utara di Kecamatan Sumalata Timur yang tinggal di Desa Hulawa.
Ayah Riski bernama Irfan Lamato, ibunya Yusra Laiya. Riski merupakan anak sulung dari tiga bersaudara.










