MARAKNYA kasus penembakan brutal di sekolah Amerika Serikat, akibat regulasi pembelian senjata api yang longgar di negara tersebut.
Akibatnya anak usia remaja bisa membeli senapan dengan mudah. Anehnya, hingga kini pemerintah Amerika seakan menutup mata untuk isu ini.
Isu inilah yang kemudian diangkat ke layar lebar oleh sutradara Kyle Rankin lewat film “Run Hide Fight”.
Mungkin bagi kita yang tinggal di Indonesia, kengerian yang dirasakan remaja Amerika, tidak cukup relevan dengan apa yang mereka alami. Film ini akan memberikan pengalaman mencekam dan brutal.
Bayangkan, Anda berada disituasi yang menegangkan, di dalam gedung sekolah, yang dikuasai remaja yang tidak stabil dengan senjata api di tangan, bisa bebas menembak siapa saja di depannya!
Film ini berfokus pada kehidupan Zoe Hull (Isabel May) dikisahkan sebagai seorang siswa sekolah menengah yang tengah berjuang mencari tahu tentang kematian ibunya.
Hal ini menyebabkan dirinya kurang harmonis dengan ayahnya.
Suatu hari dalam perjalanan menuju sekolah, Zoe dan sahabatnya Lewis Washington (Olly Sholoton) mendapati teman sekelasnya, Chris Jelick (Britton Sear) menaruh perangkat aneh di ladang yang kemudian menjadi penyebab ledakan dahsyat.
Chris ternyata merupakan anak buah Tristan Voy (Eli Brown) yang tiba-tiba menyerang sekolah dengan tembakan membabi buta bersama dua lainnya, Anna Jelick (Catherine Davis) dan Kip Quade (Cyrus Arnold). Mereka mulai membunuh para siswa tanpa ampun.
Beruntung, saat kejadian Zoe berada dalam toilet. Sadar akan kejadian teror di sekolahnya, Zoe bersembunyi dan merangkak melalui langit-langit kamar mandi. Zoe berhasil lolos dan melarikan diri. Namun, nurani Zoe berkata lain.










