Terkini.id, Jakarta - Apakah kamu penggemar Elvis Presley? Kalau iya, tentunya film Elvis ini adalah satu-satunya yang tidak bisa dilewatkan. Pada hari ini, bioskop Indonesia secara serentak telah memutar kisah hidup dari sang legenda musik Hollywood ini.
Disutradarai oleh Baz Luhrmann, Elvis berada di bawah naungan rumah produksi Warner Bros. Pictures yang tentunya terkenal memproduksi banyak film-film box office. Baz Luhrmann sendiri terkenal melalui karyanya seperti The Great Gatsby, Romeo + Juliet, dan Australia. Film ini juga turut dibintangi oleh Austin Butler, Tom Hanks, Olivia DeJonge, Dacre Montgomery, dan masih banyak lagi.
Melansir dari berbagai sumber, selain Elvis yang memiliki rating Tomatometer sebesar 81 persen, film ini sempat ikut dalam ajang Film Festival Cannes dan berhasil memukau sejumlah penonton dengan mendapatkan standing ovation selama 12 menit.
Elvis sendiri menceritakan seorang Elvis Presley yang bermimpi menjadi bintang papan atas dan dikenal oleh banyak orang. Ia menjadi musisi yang memiliki ciri khas dengan gaya menarinya diatas panggung yang berhasil membius para wanita jatuh cinta akan tariannya itu. Elvis kemudian bertemu dengan Colonel Tom Parker yang kemudian nantinya menjadi seorang manager pribadi Elvis. Filmnya akan membahas konflik dan hubungan Elvis dengan managernya yang tidak sejalan.
Sebagai film biopik, Elvis mempunyai gaya narasi yang unik. Saat filmnya dimulai, penonton akan diajak menelusuri hidup Elvis Presley berdasarkan point of view dari manager pribadinya, Colonel Tom Parker. Menceritakan asal muasal dari seorang Elvis Presley yang tinggal di Tupelo, Mississippi saat masih kecil dan ketenarannya dimulai saat di Memphis, Tennessee yang kemudian lambat laun karirnya melejit di Las Vegas. Musisi sekaligus aktor film yang dikenal secara internasional yang memiliki harapan yang besar terhadap perubahan dunia dan ia terapkan ke dalam musiknya.
Dengan durasi sekitar 159 menit, penonton seolah-olah masuk menjelajahi seluk beluk karir dan masa hidupnya yang memiliki konflik yang intens bersama managernya. Suasana yang diciptakan memiliki beragam emosi. Penonton dibuat gembira akan lagu-lagu legendaris yang dibawakan oleh Elvis seperti bernostalgia dan tanpa sadar menari dan ikut bernyanyi dengan sendirinya.

Arahan dari Baz Luhrmann ini juga memiliki warna sendiri. Meskipun dikategorikan sebagai film biopik, tetapi visual yang diberikan cukup berwarna dan menghibur. Tidak berhenti disitu, film ini juga menghadirkan beberapa sentilan isu kekerasan dan rasisme. Kehidupan Evis Presley mungkin menjadi pusat cerita secara keseluruhan, tetapi isu yang ada didalam cerita membekas dan sayangnya masih ada hingga hari ini.
Nilai ekstra untuk film ini justru hadir karena Austin Butler. Aktor tersebut mungkin adalah pilihan yang tepat untuk memerankan Elvis Presley. Tidak hanya berperan, Austin Butler juga ikut serta mendalami karakter Elvis dalam menyanyi dan menari di atas panggung. Ia sangat totalitas dalam menghidupi karakter musisi legendaris Hollywood tersebut. Begitu pula dengan chemistry yang ia punya bersama Olivia DeJonge sebagai Priscilla Presley yang pilu dan juga menghangatkan hati.
Secara keseluruhan, Elvis menawarkan perjalanan hidup sang legenda musik bersama hubungan kompleksnya dengan Tom Parker. Isu-isu penting yang hadir melekat dan hidup sampai sekarang membuat film ini tidak hanya dinikmati oleh penggemar Elvis saja, tetapi juga untuk semua orang.










