Pengakuan Bharada E Jadi Sorotan, Refly Harun: Alibi Baru! Mudah-Mudahan Tidak Jadi Objek 'Dikorbankan'

Pengakuan Bharada E Jadi Sorotan, Refly Harun: Alibi Baru! Mudah-Mudahan Tidak Jadi Objek 'Dikorbankan'

SW
St. Wahidayani

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Hampir sebulan kasus tewasnya Yosua Hutabarat di insiden Berdarah Rumah Ferdy Sambo mendapat perhatian publik belum ada sama sekali tersangka atau titik terang dari apa yang sebenarnya terjadi.

Hingga nama yang menjadi sorotan adalah Bharada E, seorang Ajudan Ferdy Sambo yang disebut terlibat duel adu tembak hingga Brigadir J tewas.

Dimana sorotan tersebut terkait Bharada E adalah pengakuannya sebagaimana disampaikan Komnas HAM. Bharada E mengaku dalam adu tembak tersebut tetap menembak meski Brigadir J sudah tersungkur.

Mengetahui hal tersebut Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menyebutkan bahwa itu adalah alibi baru yang berbeda dengan keterangan awal polisi yang menyebut ada tembak-menembak.

Hal tersebut disampaikan Refly Harun melalui sebuah unggahan video di kanal youtobe miliknya.

“Itu alibi yang belakangan baru terbangun atau dibangun karena sebelumnya tidak ada alibi seperti ini. Sebelumnya tembak menembak Bharada E di atas kemudian Brigadir J ada di bawah,” ujar Refly.

Refly pun menjelaskan bahwa memang ada kemungkinan apa yang diungkap Bharada E terkait pengakuannya menembak Brigadir J yang sudah tersungkur belum tentu benar.

Tetapi menurut Refly bukan berarti Bharada E akan bebas begitu saja karena dia bisa masuk dalam katergori Obstruction of Justice atau upaya menghalangi proses hukum dengan keterangan yang tidak benar.

“Jadi dia bisa masuk karena dia melakukan eksuskusi pembunuhan baik sengaja atau tidak atau dia masuk dalam kelomok Obstruction of justice yang menghalang-halangi proses peradilan,” tambah Refly.

Refly pun berharap Bharada E tidak dijadikan “kambing hitam” terkait kasus yang menjerat dirinya hanya untuk menyelamatkan beberapa pihak tertentu.

“Mudah-mudahan Bharada E tidak jadi objek yang sedang 'Dikorbankan' untuk menyelamatkan orang-orang tertentu yang ujungnya nanti akan dibuat sebuah pengakuan bahwa semuanya itu dilakukan karena membela diri,” ujar Refly.

Sebelumnya, Ketua Komnas HAM dalam acara Kontroversi Metro TV mengungkapkan keterangan dari Bharada E, salah satunya mengenai penembakan yang dilakukan meski Brigadir J sudah tersungkur.

“Kemudian dia (Bharada E) datang lebih dekat kira-kira jarak dua meter, lalu menembak dua kali lagi untuk memastikan orang yang menyerang betul-betul bisa dilumpuhkan," ujar Taufan beberapa waktu lalu.