Terkini, Jakarta – Merayakan Hari Pahlawan tahun ini, McDonald’s Indonesia meluncurkan inisiatif kreatif bertajuk “Irama Pahlawan”, sebuah karya musik bernuansa pop modern yang memadukan unsur edukasi dan hiburan untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan melalui lagu yang ringan dan mudah diingat.
Lewat inisiatif ini, McDonald’s Indonesia mengajak generasi muda, keluarga, dan masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan dengan cara yang seru, relevan, dan tetap menginspirasi.
McDonald’s Indonesia telah menghadirkan berbagai program edukatif dan inspiratif yang mendorong semangat nasionalisme di kalangan anak muda selama lima tahun berturut-turut.
Pada 2021, McDonald’s Indonesia memperkenalkan figur Mainan Bangun Bangsa berbentuk 3D dengan QR Code khusus. Tahun berikutnya, diluncurkan figur Mainan Bangun Bangsa versi Pahlawan Wanita untuk merayakan Hari Kartini.
Masih di 2022, pada momen Hari Pahlawan, juga diperkenalkan microsite Pahlawan di Sekitar Kita, yang bisa diakses hanya dengan memindai nama pahlawan untuk mengetahui informasi tentang pahlawan yang namanya kerap dipakai sebagai nama jalan atau tugu peringatan, serta inovasi memindai logo “M” pada kemasan produk McDonald’s untuk menonton video tentang kisah para pahlawan.
Inisiatif berlanjut pada 2023 lewat Wisata Pahlawan yang bertujuan mengajak keluarga mengenal kisah kepahlawanan secara virtual di area Drive Thru menggunakan teknologi Augmented Reality.
Selanjutnya pada 2024, dihadirkan kegiatan Aksi Cosplay Pahlawan Nasional yang diadakan di Museum Keprajuritan Indonesia TMII, area Car Free Day Sudirman Thamrin, juga roadshow di berbagai restoran McDonald's Indonesia.
Atas konsistensi tersebut, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mengapresiasi dan menilai langkah McDonald’s Indonesia sejalan dengan visi pemerintah dalam menumbuhkan kesadaran akan sejarah dan budaya pada generasi muda.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dinilai penting dalam melestarikan nilai budaya bangsa agar tetap relevan menghadapi perkembangan zaman.
“Tantangan kita zaman sekarang adalah bagaimana mencintai dan memahami sejarah dengan menggunakan bahasa-bahasa Gen Alpha dan Gen Z.









