Rancang Kurikulum Adaptif Pasar Kerja, Ilmu Komunikasi UMI Bertekad Jadi Prodi Favorit Calon Maba

Rancang Kurikulum Adaptif Pasar Kerja, Ilmu Komunikasi UMI Bertekad Jadi Prodi Favorit Calon Maba

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Prof Engkus Kuswandi dalam paparannya menyebutkan untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang baik, diperlukan proses pendidikan yang baik pula. Proses ini sangat berkaitan dengan proses pembelajaran yang ada di dalamnya, dan inilah yang menjadi salah satu alasan dikembangkannya kurikulum Outcome-Based Education (OBE).

"Disaat kecepatan pemanfaatan teknologi dan produksi inovasi berkembang sangat pesat sehingga memunculkan kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan SDM di dunia kerja dan masyarakat. Disinilah peran strategis yang harus dimainkan kampus khususnya prodi Ilkom UMI," ungkapnya.

Guru besar Fikom Unpad ini menegaskan bahwa tantangan pendidikan abad 21 adalah bagaimana peran dan strategi kampus dalam menjembatani kesenjangan antara proses pendidikan di Perguruan Tinggi dengan dunia kerja dan kebutuhan inovasi.

Jadi yang dibutuhkan seorang lulusan bukan hanya sekedar ijazah dan transkrip Mata Kuliah (MK) tapi juga daftar kompetensi yang terukur dari lulusan tersebut.

OBE bukanlah sekedar sistem pendidikan yang berfokus pada pencapaian pembelajaran dimana pendidikan tidak hanya berpusat pada materi yang harus diselesaikan namun juga outcome. Kurikulum harus menekankan pada keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, efektif, serta interaktif. Sehingga anak didik dapat mengembangkan keterampilan baru yang mempersiapkan mereka di level lebih global.

Penerapan OBE ujar Prof Engkus, akan berpengaruh pada keseluruhan proses pendidikan dari rancangan kurikulum; perumusan tujuan dan capaian pembelajaran, strategi pendidikan, rancangan metode pembelajaran, prosedur penilaian dan lingkungan atau ekosistem pendidikan.

Citizen Report : Muhammad Alwi