Terkini.id, Jakarta – Kematian Mahsa Amini salah satu tahanan Polisi di Iran meninggal dunia usai ditahan karena tidak mengenakan hijab.
Meninggalnya Mahsa Amini pun menuai protes dari Wanita Iran yang melakukan aksi unjuk rasa dengan beramai-ramai melepas hijab dan membakarnya. Aksi ini juga sebagai bentuk protes terhadap aturan hijab yang diberlakukan di negara itu.
Dilansir dari Alarabiya News pada, Rabu 21 September 2022, aksi protes kematian Mahsa Amini berlangsung di puluhan kota di Iran. Video-video unjuk rasa ini pun diposting oleh salah satu pengguna Twitter @1500tavsir yang membagikan aksi unjuk rasa protes kematian Mahsa Amini.

Unjuk rasa ini telah berlangsung selama lima hari terhitung sampai Selasa 20 Septemner 2022. Awal mula unjuk rasa ini dilakukan yakni pada saat Mahsa Amini diumumkan telah meninggal dunia, Jumat 16 September 2022.
Seperti diketahui, kronologi dari meninggalnya wanita muda itu (Mahsa Amini) yakni setelah ditahan oleh Polisi Moral di Teheran karena Amini tidak mematuhi aturan hijab yang telah menjadi aturan di negara tersebut.
Para aktivis tidak terima dengan pernyataan kepolisian yang menyebut Amini jatuh sakit. Aktivis dan demonstran menyebutkan jika terjadi aksi pemukulan terhadap Amini di dalam tahanan sehingga mengalami cedera serius dan berujung kematian.
Video-video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan sejumlah wanita Iran beramai-ramai melepas hijab bahkan ada yang sampai membakar hijabnya.
Pemandangan seperti ini sebelumnya belum pernah terjadi di Iran yang memiliki aturan setiap perempuan wajib mengenakan hijab jika berada di tempat umum.
Aksi protes kematian Amini juga diketahui di gelar di dua kota konservatif di Iran yakni kira Mashhad dan Qom. Mashhad diketahui kota tempat kelahiran Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan juga merupakan lokasi suci dimana terdapay kui suci yang diperuntukkan untuk delapan Imam Syiah.
Sementara Qom, dijadikan sebagai ibu kota agama Iran karena terdapat banyak ulama senior Syiah berada di Qom.
Video unjuk rasa lainnya di beberapa kota di Iran memperlihatkan mobil polisi rusak hingga pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan pihak keamanan. Demonstran pun menyerukan untuk segera deilakukan perubahan rezim.










