Terkini.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Joe Biden turut bersuara mengenai gelombang protes yang dilakukan oleh wanita-wanita Iran usai perempuan muda Bernama Mahsa Amini meninggal dunia. Aksi protes ini dilakukan dengan beramai-ramai melepas dan membakar hijab
Meninggalnya Mahsa Amini setelah ditahan oleh Polisi Moral Iran karena tidak menuruti aturan hijab yang benar, ini yang menjadi pemicu gelombang protes oleh wanita-wanita Iran terhadap aturan berhijab di negara tersebut.
Terkait hal ini, Joe Biden pun menyampaikan jika pihaknya mendukung aksi yang dilakukan oleh wanita-wanita Iran.
Dilansir Terkini.id dari AFP, Kamis 22 September 2022, Joe Biden memberikan dukungannya kepada wanita-wanita Iran dan memberi hormat kepada para pengunjuk rasa. Disamping itu, Biden memperbaharui dukungannya terkait perjanjian nuklir dengan Teheran.
“Hari ini kami berdiri bersama warga negara pemberani dan wanita pemberani Iran yang saat ini berdemonstrasi untuk mengamankan hak-hak dasar mereka”, kata Joe Biden ke Majelis Umum PBB.
Pemicu gelombang protes dan kemarahan publik bermula saat Polisi Iran mengumumkan kematian Mahsa Amini usai ditahan karena tidak mematuhi aturan berjilbab dengan benar.
Aktivis di Iran pun menyatakan jika kematian Mahsa Amini bukan karena jatuh sakit seperti yang diumumkan oleh kepolisian, namun ada dugaan jika perempuan muda itu dipukul di bagian kepala hingga mengalami cederah serius dan merenggut nyawanya.
Namun, klaim aktivis ini dibantah oleh kepolisian dan pejabat yang melakukan penyelidikan terhadap kematian Mahsa Amini.
Demonstran pun dengan berani beramai-ramai melepas hijab dan melemparkannya ke dalam api unggun untuk membakar hijab. Selain itu, para wanita Iran secara simbolis pun memotonh rambut terlebih dahulu.
Rekaman video terkait aksi protes ini pun banyak dibagikan di media sosial yang memperlihatkan gelombang protes di kota-kota di Iran kian memanas.
“Tidak untuk jilbab, tidak untuk sorban. Ya untuk kebebasan dan kesetaraan”, teriak pengunjuk rasa di Teheran.
Laporan dari media pemerintahan Iran melaporkan jika unjuk rasa jalanan telah terjadi di 15 kota dan polisi pun membubarkan massa sekitar 1.000 orang dengan menembakkan gas air mata.
Dari laporan kantor berita resmi IRNA juga telah melaporkan jika para demonstran berntrok dengan pasukan keamanan dengan cara melemparkan batu hingga membakar kendaraan polisi. Teriakan slogan anti pemerintah pun menggemah.
“Matilah dictator dan perempuan. Hidup kebebasan”, teriak pengunjuk rasa.










