Terkini.id, Jakarta - Gerakan pemuda Ka'bah alias GPK mengecam langkah PPP yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres dan turut menyinggung korupsi E-KTP.
Dalam keterangannya, Kiai Syaifurrahim selaku Ketua GPK Al Quds Purworejo-Kebumen mengatakan ada berbagai macam alasan mengapa Ganjar Pranowo tidak layak untuk menjadi penerus Jokowi.
Salah satu penyebabnya adalah perihal pengakuan Ganjar Pranowo soal menonton video porno dan dugaan terlibat dalam kasus korupsi E-KTP.
"Ganjar Pranowo yang menjadi pilihan PPP terbukti banyak sekali melakukan pelanggaran syariat terhadap agama seperti suka dan bangga nonton video porno tanpa malu," ujar Kiai Syaifurrahim kepada wartawan, Senin 1 Mei 2023.
"Dan terindikasi terlibat korupsi E-KTP," lanjutnya.
Selain itu, Ketua GPK menganggap sang Gubernur Jawa Tengah tersebut telah menyimpang dari prinsip PPP yang merupakan partai Islam.
“Bertentangan dengan prinsip PPP Partai Islam Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang bertekad untuk terus menerus memperjuangkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar sebagai pijakan para ulama istiqomah pendiri PPP,” katanya.
Oleh karenanya, Ketua GPK menekankan pihaknya akan terus berada di pihak Anies Baswedan.
"GPK Al Quds dengan ini menyatakan dukungannya kepada Calon Presiden Anies Rasyid Baswedan yang kami pandang lebih pro terhadap kepentingan umat Islam dan sesuai dengan aspirasi kalangan bawah para pemilih PPP," tuturnya.
GPK Al-Quds berpendapat bahwa kinerja Anies Baswedan selama menjadi pemimpin ibu kota Jakarta sudah menjadi bukti kalau ia layak menjadi Presiden RI.










