Terkini.id, Jakarta – Politisi PSI, Sigit Widodo menanggapi pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno terkait dukungannya kepada Kominfo memblokir platform dan aplikasi luar negeri yang tidak terdaftar PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik).
Sigit Widodo menyebut mendukung pendaftaran platform dan aplikasi luar negeri ke PSE namun tidak mendukung terkait pemblokiran aplikasi.
Menurutnya, jika semua PSE yang tidak terdaftar di Kominfo diblokir, maka akan mempengaruhi jutaan layanan internet di Indonesia yang juga mesti diblokir.
Politisi PSI ini lantas mempertanyakan apakah kondisi internet di Indonesia akan masuk ke rezim white list seperti yang ada di Tiongkok.
“Masalahnya, Mas @sandiuno, kalau semua PSE yang tidak terdaftar di Kominfo diblokir, aka nada jutaan layanan internet yang harus diblokir. Apakah internet Indonesia akan masuk ke rezim white list seperti tiongkok? Saya dukung pendaftarannya tapi tidak pemblokirannya”, kata Sigit Widodo, dikutip dari cuitannya, Minggu 31 Juli 2022.

Menurutnya, terlebih dahulu harus ada pendekatan yang elegan agar PSE mau mendaftarkan diri dan memblokir bukanlah solusi menurut Sigit.
“Harus ada pendekatan yang lebih elegan agar PSE-PSE ini mau mendaftarkan diri, bukan asal blokir yang malah mengganggu industry kreatif kita”, kata Sigit Widodo.

Dia pun mengatakan seharusnya Menparekraf lebih memahami atas dampak yang akan ditimbulkan jika Kominfo memlokir platform dan aplikasi yang tidak terdaftar di PSE.
“Mas @sandiuno seharusnya paling memahami dampak pemblokiran ini pada industry kreatif kita”, ujar Sigit Widodo.
Sebelumnya, Sandiaga Uno menyatakan jika pihaknya mendukung penuh atas pemblokiran yang dilakukan oleh Kominfo terkait aplikasi yang tidak terdaftar di PSE.
“Kami mendukung penuh langkah tegas @kemkominfo untuk melakukan pemblokiran beberapa platform dan aplikasi digital luar negeri yang tidak mau melakukan pendaftaran dalam Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Menurut Sandiaga Uno, hal ini penting dilakukan dan yang harus digaris bawahi adalah setiap negara memiliki aturan tersendiri yang harus dihormati.

“Ora iso sak penake dewe! Hal ini penting dan harus digaris bawahi bahwa setiap negara memiliki aturan tersendiri dan harus dihormati. Sama seperti kita jika hendak berbisnis di luar negeri. Harus patuh dan mengikuti aturan yang berlaku di sana”, kata Sandiaga Uno.










