Politisi PDIP Minta Kemendagri Tegur Anies, Sebut Tak Pernah Lagi Hadiri Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta: ini Kurang Etis

Politisi PDIP Minta Kemendagri Tegur Anies, Sebut Tak Pernah Lagi Hadiri Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta: ini Kurang Etis

LA
Lilis Adilah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP. Gilbert Simanjuntak meminta kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menegur Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan karena belakangan tak lagi terlihat menghadiri rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.

Gilbert menyebut bahwa tindakan Anies Baswedan merupakan suatu hal yang tidak etis. Ketidak hadiran Anies dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta diungkit Gilbert setelah Anies menyebut bahwa Jakarta International Stadium adalah sebuah mahakarya.

Gibert menilai klaim Anies terhadap JIS adalah sebuah mahakarya, semestinya melibatkan peran gubernur sebelumnya.

Anggota Komisi B DPRD ini mengatakan bahwa Anies tak lagi hadir dalam rapat paripurna, termasuk pada saat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dengan DPRD.

“Ini sesuatu yang kurang etis, sebaiknya Kemendagri, BPK dan KPK juga menegur Gubernur yang tidak pernah hadir dalam rapat paripurna DPRD ”, kata Gilbert Simanjuntak, dikutip dari laman Tempo.co, Kamis 5 Mei 2022.

Dilansir dari laman Tempo.co, Gubernur Anies Baswedan memang kerap kali tidak menghadiri rapat paripurna DPRD DKI. Pada saat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2021, 25 April lalu, dia diwakili Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria.

Sebelumnya, Anies juga tidak hadir rapat paripurna pembahasan LKPJ pada 6 April 2022. Dia juga diwakili oleh Riza Patria.

Menurut Gilbert, ketidak hadiran Anies dalam rapat, adalah sesuatu yang tidak etis. Sama halnya pada saat dia menghapus program OK Oce Sandiaga Uno, yang sebagian besar didanai oleh Sandiaga Uno.

Selain itu, dia juga menyoroti mengenai narasi serangan yang hanya ditujukan kepada pemerintah pusat pada awal pandemi, hingga klaim JIS sebagai mahakarya yang terkesan untuk kampanye Pilpres 2024.

“Menyebutkan JIS mahakarya dengan kata-kata yang sudah ditata, tetapi tidak menyebutkan sumbangsih mereka terlibat sejak awal adalah juga tidak beretika”, kata Gilbert.

Gilbert mengatakan bahwa pembangunan JIS hampir mangkrak hingga pemerintah pusat turun tangan dengan menalangi 80 persen biaya pembangunan. Rencana pembangunan JIS juga menurut Gilbert sudah digodok sepuluh tahun lalu oleh para Gubernur terdahulunya.

“Sebaiknya ucapan mahakarya kemarin diikuti juga permintaan maaf kepada para korban banjir, mereka yang tidak memiliki rumah yang layak, korban kebakaran tanpa rumah, dan kegagalan memenuhi janji kampanye”, kata Gilbert.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada tanggal 2 Mei mengatakan bahwa JIS adalah sebuah mahakarya anak negeri saat melaksanakan shalat Idul Fitri.