Polemik Tes PCR, Netizen: Tak Berhasil Memakmurkan Rakyat tapi Sukses Sengsarakan Rakyat

Polemik Tes PCR, Netizen: Tak Berhasil Memakmurkan Rakyat tapi Sukses Sengsarakan Rakyat

Dzul Fiqram Nur

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pemerintah akan tetapkan aturan baru menjelang Hari Natal dan Tahun Baru, yakni memberlakukan tes polymerase chain reaction (PCR) di semua moda transportasi.

Diketahui, tujuan dari penerapan tes PCR di semua moda transportasi itu buntut pemerintah tak mau ada lagi kenaikan lonjakan Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes PCR diturunkan disertai tambahan masa berlaku tes PCR sebelum keberangkatan.

"Secara bertahap penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru," ucap Luhut dikutip dari Kontan, Rabu, 27 Oktober 2021.

"Mengenai hal ini arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300.000 dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," tambahnya.

Luhut lantas kembali memberikan alasan mengapa aturan tersebut rencana akan ditetapkan. Ia pun membandingkan kasus lonjakan yang terjadi tahun lalu.

"Sebagai perbandingan, selama periode Nataru tahun lalu, meskipun penerbangan ke Bali disyaratkan PCR, mobilitas tetap meningkat dan pada akhirnya mendorong kenaikan kasus," terang Luhut.

Atas pemberitaan tersebut, salah seorang netizen dengan nama pengguna @bachrum_achmadi melontarkan pernyataan menohok.

"Luhut mengatakan Tes PCR akan diterapkan di moda transportasi lain. Artinya naik Kapal Laut, KRL, KA, Bus AKAP, Transjakarta, Angkot, Taksi, semuanya harus PCR begitu maksudnya?" tulisnya dalam Twitter, dikutip terkini.id.

"Kalian kabinet @jokowi tidak berhasil memakmurkan rakyat, tapi sukses menyengsarakan rakyat. Ambyarr," sambungnya.