Terkini.id, Jakarta - Polemik pembubaran MUI masih saja menjadi topik perbincangan yang hangat, pasca adanya penangkapan anggota komisi MUI Pusat oleh Densus 88 beberapa waktu yang lalu.
Oleh karena itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul ikut angkat suara dengan mengimbau masyarakat agar bijak menyikapinya.
Menurutnya, kesalahan salah satu anggotanya bukan berarti kesalahan seluruh isi lembaga, yang harus berujung pada pembubaran MUI.
Apalagi, katanya, dinilai penting sebagai pemersatu pandangan umat Islam melalui banyak fatwanya.
Dengan begitu, ia menyimpulkan bahwa MUI adalah lembaga yang sangat amat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.
"Kehadiran MUI sangat dibutuhkan oleh mayoritas umat Islam Indonesia, karena fatwanya dijadikan pegangan dalam melaksanakan nilai-nilai Islam oleh masyarakat," ungkap Uu Ruzhanul, dilansir Pikiran Rakyat, Kamis, 25 November 2021.
Ia juga menegaskan bahwa jangan sampai masyarakat terjebak dengan logika dan analogi yang sesat.
"Jangan diibaratkan ada tikus di rumah, kita bakar rumahnya," ujarnya melanjutkan.
Sebagai seorang Panglima Santri yang tergabung dalam komunitas pesantren, Uu mengaku terusik dengan isu pembubaran MUI yang dinilai provokatif ini.
Terlepas dari pihak mana yang memulai isu pembubaran ini, Uu menilai pihak tersebut sepatutnya berdiskusi terlebih dahulu dengan MUI, terkait ilmu akidah, fikih dan tasawuf, sehingga lebih paham esensi keberadaan MUI.
"MUI adalah lembaga yang kami hormati, organisasi yang umat Islam hargai dan sanjungi," ujar Uu.
"Kok tiba-tiba ada orang ingin membubarkan. Ini mengusik ketentraman umat Islam, mengusik kedamaian kami sebagai umat mayoritas," tambahnya.










