Polemik KONI Makassar: Politik Menggerogoti Olahraga

Polemik KONI Makassar: Politik Menggerogoti Olahraga

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar – Terpilihnya Mochtar Djuma sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Makassar memicu gelombang pertentangan di internal organisasi.

Beberapa pengurus KONI Makassar yang absen dalam rapat pleno menolak keputusan tersebut, memicu KONI Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta diadakannya rapat ulang untuk menetapkan Plt Ketua Umum.

Namun, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, atau yang akrab disapa Danny, menegaskan bahwa KONI Makassar bukanlah bawahan KONI Sulsel.

“Pertama, KONI Makassar itu bukan anak buahnya KONI Sulsel. Tidak ada hubungan struktural seperti itu,” tegas Danny.

Ia menyayangkan polemik ini lebih banyak membahas kekuasaan daripada prestasi olahraga. Danny pun merasa malu.

“Kenapa tidak ribut soal prestasi? Saya ini atlet dan pembina olahraga di Sulsel. Mestinya prestasi yang diributkan, bukan seperti ini,” tambahnya.

Danny menjelaskan bahwa proses penunjukan Plt Ketua KONI Makassar sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (ADRT) organisasi.

“Waktu mereka datang ke saya, saya tanya bagaimana ADRTmu. Nah, sesuai dengan ADRT, mereka tunjuk dulu wakil ketua. Sudah sepakat, tiba-tiba besok mundur. Proses itu sudah terekam baik,” jelasnya.

“Sayang sekali. Kami sebagai pengurus olahraga dan olahragawan kecewa sekali, baik KONI Sulsel maupun Makassar. Ini memalukan. Tidak jadi masalahkan turun kita di sepuluh besar, tapi dimasalahkan soalsoal begini,” ungkap Danny.

Politik vs Olahraga