Polbangtan Gowa Gelar Rapat Evaluasi Bertemakan "Dengan Komitmen, Tanggungjawab dan Kerja Sama Kita Tingkatkan Produktivitas Guna Meningkatkan Kinerja Terbaik"

Polbangtan Gowa Gelar Rapat Evaluasi Bertemakan "Dengan Komitmen, Tanggungjawab dan Kerja Sama Kita Tingkatkan Produktivitas Guna Meningkatkan Kinerja Terbaik"

Polbangtan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melakukan agenda tahunan yaitu kegiatan rapat evaluasi Polbangtan Gowa di Tope jawa beach resort di Kabupaten Takalar, Rabu (21/10/20)

Kegiatan ini berlansung selama 2 hari tanggal 21 sampai 22 oktober 2020. Direktur Polbangtan Gowa membuka secara langsung acara tersebut di hadiri seluruh civitas Polbangtan Gowa, mulai dari pejabat struktural, fungsional tertentu, fungsional umum dan THL yang berada di Kampus I Gowa dan kampus II Bone.

Kegiatan ini mengangkat tema "Dengan komitmen, tanggung jawab dan kerja sama kita tingkatkan produktivitas guna meningkatkan kinerja terbaik".

Kabag Umum Polbangtan Gowa Drs, Juhari, M. Si selaku panitia menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta yang turut hadir bersama-bersama karena acara ini menjadi komitmen kita bersama.

Dalam arahannya, Syaifuddin menyampaikan akan merancang untuk melakukan dies natalis di bulan juni mendatang dan akan mengadakan seminar, lomba yang bernuansa akademik karena hal ini belum pernah di lakukan sebelumnya.

Lanjut Syaifuddin sekaligus menginformasikan tentang program YESS sekarang ada 80% yang berminat wira usaha. Kemudian program YESS ini kami rencanakan mengadakan penyuluhan di 5 kabupaten untuk memberikan pelatihan dengan target 220 ribu orang bisa merasakan manfaat program YESS dan berjalan dalam waktu 6 tahun yang jelasnya kita menjadi pengungkit agar program YESS ini bisa berlangsung dengan baik," tuturnya.

Kemudian kedepannya, program pengembangan SDM itu akan tetap di tingkatkan baik berupa kegiatan pendidikan penyuluhan maupun kegiatan pelatihan akan terus kita tingkatkan karena salah satu kunci keberhasilan sebuah organisasi menurutnya terletak pada SDM, SDM itu 80% menentukan maju tidaknya sebuah organisasi sarana prasarana itu hanya 20%. Kebijakan-kebijakan itu hanya beberapa persen, jadi kalau SDM maju organisasi akan lebih maju.

"Saya harapkan marilah kita bersama-bersama bersatu, solid, komitmen untuk melaksanakan tugas-tugas kita kedepan, karna kedepan ini ada tugas yaitu melakukan pendampingan penyuluhan terhadap penyuluh dan petani di wilayah Bone, Sinjai, Bantaeng, Bulukumba dan Gowa. Dan terakhir saya sampaikan bahwa tidak mungkin kuseksesan ini saya peroleh tanpa dukungan dari teman-teman, saya mengunakan pola pikir kepemimpinan agar bagaimana semua kegiatan kita ini bisa terlaksana dengan baik", pungkas Syaifuddin.

Untuk misi mencetak petani milenial, kita semua juga harus berkomitmen untuk mencapat target secara bersama-sama. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa SDM pertanian merupakan garda terdepan dalam pembangunan pertanian. SDM pertanian andal kualitas, maju, modern, dan berjiwa wirausaha pertanian merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan pertanian menuju ketahanan dan kedaulatan pangan.

Saat ini, pelaku pertanian di Indonesia, sebagian besar sudah berusia lanjut. Hanya 30% penggerak pertanian adalah petani muda, yang merupakan petani milenial. Petani milenial ini rata-rata sudah berpendidikan tinggi, serta kreativitas mereka tinggi.

Apalagi saat ini, pertanian masuk dalam industri 4.0 dari hulu sampai dengan hilir sehingga peran petani milenial merupakan suatu keharusan karena merupakan modal Indonesia membangun pertanian di masa yang akan datang, " kata Syahrul.

Menyambung arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengungkapkan bahwa saat ini Kementan mempunyai berbagai program regenerasi petani terkait pencetakan petani milenial, pembentukan wirausaha muda pertanian yang andal, berdaya saing, dan profesional.

Salah satu program tersebut adalah Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) yang dibiayai oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD). YESS dirancang untuk mencetak petani milenial menjadi wirausahawan pertanian dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan di perdesaan wilayahnya," ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari memiliki agenda materi yakni: Evaluasi Bidang Akademik & Kerjasama Oleh Wakil Direktur I, Evaluasi Bidang Umum, Teknologi Informasi & Komunikasi Oleh Wakil Direktur II, Serta Evaluasi Bidang Kemahasiswaan dan Alumni oleh Wakil Direktur III. (MUZ)