Terkini.id, Makassar - Ketua KPU Makassar Farid Wajdi mengatakan berdasarkan data statistik demokrasi, Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2020 adalah pemilu dengan partisipasi paling tinggi sepanjang sejarah pelaksanaan Pilkada terbuka.
Pada tahun 2013 partisipasi pemilu mencapai 58,9 persen, lalu 2018 partisipasi hanya 57,2, dan 2020 mengalami kenaikan hingga 59,6 persen.
"Ini artinya warga kota sangat konsen dengan isu demokrasi," kata Farid di Hotel Claro, Sabtu, 23
Kendati begitu, Pekerjaan Rumah masih besar. Lantaran ada 40 persen yang harus menjadi catatan lantaran tidak menggunakan hak suaranya.
"Walaupun sepanjang sejarahnya, Makassar belum pernah ada partisipasi tembus 60 persen," tuturnya.
Meski saat pandemi, KPU memperkirakan partisipasi pemilu akan anjlok, namun seiring setelah berjalan proses, Farid mengatakan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat, hasilnya bisa lebih baik.
"Lebih dari 500 ribu orang datang ke TPS," ungkapnya.
Adapun tugas lanjutan KPU setelah menetapkan pasangan Moh Ramdhan "Danny" Pomanto-Fatmawati Rusdi sebagai pemenang pemilu 2020 adalah menyampaikan salinan SK penetapan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Sulawesi Selatan.
Hal itu sebagai bagian dari syarat pengukuhan calon kepala daerah terpilih.
"Kita memiliki waktu selama 3 hari untuk itu, setelah itu selesai," tutupnya.










