Terkini, Jakarta — Insiden kecelakaan pesawat angkut militer Hercules C-130 yang membawa uang tunai dalam jumlah besar terjadi di Bandara Internasional El Alto, Bolivia. Kecelakaan tersebut tidak hanya menewaskan puluhan orang, tetapi juga memicu aksi penjarahan uang oleh warga di lokasi kejadian.
Pesawat Hercules tersebut diketahui mengangkut sekitar 17,1 juta lembar uang kertas milik Bank Sentral Bolivia (Banco Central de Bolivia/BCB) dengan total nilai mencapai 423 juta bolivianos atau setara sekitar Rp1 triliun.
Kecelakaan dilaporkan terjadi sesaat setelah pesawat melakukan pendaratan pada akhir Februari 2026.
Menurut laporan otoritas setempat, pesawat mengalami kecelakaan di area bandara dan menyebabkan badan pesawat rusak parah serta muatan uang berserakan di sekitar lokasi kejadian.
Warga yang berada di sekitar bandara kemudian berdatangan dan mengambil uang tunai yang tercecer di area kecelakaan.
Situasi di lokasi sempat tidak terkendali karena jumlah warga yang datang terus bertambah. Aparat kepolisian Bolivia akhirnya terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan warga yang berusaha mengambil uang dari lokasi kecelakaan.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kondisi pesawat yang rusak parah di darat serta sejumlah kendaraan yang ikut terdampak.
Dalam video lain terlihat warga berlari menjauhi aparat sambil membawa uang, sementara sebagian lainnya melempari petugas dengan batu.
Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia menyebut situasi di lokasi kecelakaan sangat berbahaya, bahkan sejumlah jurnalis dilaporkan mendapat serangan saat meliput peristiwa tersebut.
“Saat kru berita meliput kecelakaan itu, individu yang mencoba mencuri uang yang diangkut menyerang pers dengan kekerasan yang tidak biasa,” demikian pernyataan Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia yang dikutip dari laporan BBC.










