Terkini.id, Jakarta - Geisz Chalifah selaku Dewan Komisaris Ancol yang juga orang yang pernah dekat dengan Anies Baswedan memberikan tanggapannya mengenai pernyataan anggota DPRD PDIP terkait kritikan kunjungan kerja luar negeri Gubernur DKI Jakarta.
Dilansir dari gelora.co, Senin 16 Mei 2022, Geisz Chalifah membagikan ceritanya mengenai sosok pribadi Anies Baswedan.
Dari pengalaman pribadi dirinya yang memang dekat dengan orang nomor satu di Jakarta tersebut, ia menggambarkan bahwa Anies Baswedan tidak seperti yang diuraikan oleh anggota DPRD PDIP.
"DPRD PDIP: Anies ke Eropa Jln2. Anies sedang rapat di Paramadina lalu ditelpun dari Prancis utk mengisi seminar. Anies menolak krn ada jadwal alin. Lalu ditanyakan kenapa ditolak itukan ke Prancis. Anies: Sy dh janji dg staff Paramadina utk menjadi saksi pernikahannya," tulis Geisz dalam akun Twitter (GeiszChalifah), dikutip gelora.co bersumber dari hops.id, Senin 16 Mei 2022.
Geisz Chalifah juga berujar bahwa Anies Baswedan tidak norak seperti anggapan anggota DPRD PDIP.
"Anies mengatakan: Jalan keluar negeri itu bisa kapansaja. Tapi yg menikah itu biasanya cuma satu kali dalam seumur hidupnya. Teman yg bertanya: Bergetar sambil berkata dlm hatinya: Orang ini layak diikuti. Jadi buat anggota DPRD PDIP: Anies ga senorak otak eluh," lanjutnya.
Sebagai informasi, kunjungan kerja luar negeri Anies Baswedan menuai kritik dari berbagai tokoh dan anggota dewan.
Salah satunya adalah anggota DPRD PDIP Gilbert Simanjuntak yang mengkritik kunjungan Anies Baswedan ke Eropa.
Gilbert Simanjuntak menilai bahwa dengan sisa jabatan yang tinggal enam bulan lagi, seharusnya Anies Baswedan tidak melakukan kunjungan ke Eropa atau membuat keputusan strategis.
"Apa yang disampaikan Bung Anies berbeda dengan realitas di lapangan. Sisa masa jabatan tidak sampai enam bulan, tentu tidak boleh secara UU membuat keputusan strategis. Sehingga mencanangkan program hingga 2050 terdengar seperti tong kosong," ucap Gilbert Simanjuntak dilansir dari detik.com, Senin 16 Mei 2022.










