Pernah Berseteru dengan Ahok, Haji Lulung: Kesehatan Jiwanya Perlu Diperiksa

Pernah Berseteru dengan Ahok, Haji Lulung: Kesehatan Jiwanya Perlu Diperiksa

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Lulung Lunggana atau akrab disapa Haji Lulung diketahui pernah berseteru dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 2013 silam.

Perseteruan Haji Lulung dengan Ahok tersebut ditenggarai akibat kebijakan penertiban pedagang kaki lima di Tanah Abang.

Kala itu, Lulung menyoroti sikap Ahok yang ketika itu masih menjabat wakil gubernur DKI Jakarta terkait penertiban PKL di kawasan Tanah Abang.

Menurut Haji Lulung, Ahok telah berbicara sembarangan soal adanya oknum di DPRD DKI yang terlibat dalam penertiban PKL Tanah Abang tersebut.

Maka dari itu, Haji Lulung meminta kepada Ahok agar memeriksa kesehatan jiwanya lantaran kerap berbicara sembarangan.

"Ahok bilang ada oknum DPRD Tanah Abang, sekarang saya bilang saya jawab nih, Wakil Gubernur harus diperiksa kesehatan jiwanya. Karena selama ini ngomongnya selalu sembarangan," ujar Haji Lulung menukil pemberitaan lawas pada 2013 silam, seperti dikutip dari Hops, Selasa 14 Desember 2021.

Menanggapi pernyataan Haji Lulung tersebut, Ahok pun balik mempertanyakan siapa sebenarnya yang sakit jiwa dalam penanganan penataan PKL di Tanah Abang itu.

"Makanya justru pertanyaan saya, yang sakit jiwa itu siapa? Dia kan Wakil Ketua DPRD DKI. Masa dia nggak ngerti sih tentang isi aturan Perda," kata Ahok kala itu.

Ia pun menyayangkan sikap Haji Lulung terkait penataan PKL di Tanah Abang, terlebih para pedagang sudah menyalahi aturan.

"Kalau Wakil Ketua DPRD DKI tidak mengerti Perda, apalagi sampai langgar Perda, sebetulnya sudah tidak boleh menjadi Wakil Ketua DPRD DKI," tutur Ahok.

Ahok pun saat itu dengan tegas meminta kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mencopot anggota dewan seperti Haji Lulung.

Pasalnya, kata Ahok, Haji Lulung terindikasi mengajak rakyat untuk melawan Perda DKI terkait penertiban PKL.

"Sekarang ukurannya bukan tes kesehatan jiwa lagi. Harusnya Mendagri bisa copot anggota dewan seperti itu. Kalau terbukti ada anggota DPRD yang melawan dan mengajak rakyat melanggar Perda, dia otomoatis sudah gugur sebagai anggota Dewan," tegasnya.

Terkait pernyataan Haji Lulung yang memintanya untuk tes kesehatan jiwa, Ahok pun mengakui bahwa dirinya memang sudah sakit jiwa.

"Kan kalau jadi caleg harus tes kejiwaan dulu. Kalau saya sakit jiwa, saya memang sudah sakit jiwa cuma ukurannya masih loloslah. Kalau saya nggak lolos berarti pas tesnya juga saya nggak lolos," ujarnya.